Droukdel Pemimpin Al-Qaeda Afrika Utara, Tewas oleh Tentara Prancis

Minggu, 07 Juni 2020 – 06:05 WIB

pemimpin Al-Qaeda di Afrika utara, Abdelmalek Droukdel (Foto:Istimewa)

pemimpin Al-Qaeda di Afrika utara, Abdelmalek Droukdel (Foto:Istimewa)

PRANCIS, REQNews - Prancis mengatakan telah membunuh pemimpin Al-Qaeda di Afrika utara, Abdelmalek Droukdel, dalam sebuah operasi di Mali. Menteri Pertahanan Florence Parly mengatakan Droukdel bersama dengan anggota lingkaran dalamnya telah tewas di utara negara itu pada hari Rabu, 3 Juni 2020.

Pasukan Perancis juga telah menangkap seorang komandan kelompok Negara Islam senior di Mali dalam operasi Mei.

"Operasi yang berani" telah memberikan "pukulan telak kepada kelompok-kelompok teroris", katanya.

"Pasukan kami, bekerja sama dengan mitra di Sahel, akan terus memburu mereka tanpa henti," katanya dilansir dari BBC, Jumat, 5 Juni 2020.

Sebagai kepala Al-Qaeda di Islamic Maghreb (AQIM), Droukdel bertanggung jawab atas semua afiliasi di Afrika utara dan juga memimpin afiliasi Sahel Al-Qaeda, Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM).

Komandan kelompok Negara Islam yang tertangkap, Mohamed Mrabat, adalah seorang veteran jihad dan memiliki peran senior di Negara Islam dalam kelompok Sahara Besar (ISGS), kata Parly. Dia ditangkap pada 19 Mei, tambahnya.

ISGS dengan cepat mendirikan pijakan di negara-negara Sahel setelah mengumumkan kehadiran pada Maret tahun lalu.

Berusia di akhir 40-an, Droukdel berperang melawan pasukan Soviet di Afghanistan, dan menganggap mantan pemimpin al-Qaeda di Irak, Abu Musab al-Zarqawi, sebagai inspirasinya.

Di bawah kepemimpinannya AQIM melakukan banyak serangan mematikan, termasuk serangan tahun 2016 di sebuah hotel di ibukota Burkina Faso, Ouagadougou, yang menewaskan 30 orang dan 150 lainnya luka-luka.

Pada 2012 dia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di Aljazair setelah dihukum karena karena pembunuhan, keanggotaan organisasi teroris dan serangan menggunakan bahan peledak.

Tuduhan terkait dengan tiga serangan bom di ibukota Algiers pada April 2007 yang menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.

Jihadis veteran Aljazair ini adalah salah satu komandan paling terkenal di wilayah Afrika-Sahara utara, melakukan kampanye kekerasan pertama di Aljazair kemudian melawan pasukan Prancis dan pasukan lainnya di Mali.

Menurut Dewan Keamanan PBB, yang memberikan sanksi kepadanya pada 2007, Droukdel adalah seorang ahli bahan peledak yang membuat perangkat yang menewaskan ratusan warga sipil di tempat-tempat umum. Sebagai pemimpin Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) ia berperan penting dalam penculikan warga lokal dan Barat dalam serangan Tunisia, Niger, dan Mali.

Kelompok-kelompok jihadis biasanya dengan cepat mengumumkan pengganti pemimpin yang terbunuh atau ditangkap tetapi di Afrika utara ada tanda-tanda meningkatnya ketegangan antara al-Qaeda dan saingannya yang lebih baru, Negara Islam dan afiliasinya.

Ribuan tentara Prancis telah dikerahkan di Mali sejak 2013.