Lebih Hebat dari Black Hawk, Ini Penyebab Jatuhnya Mi-17 di Indonesia

Minggu, 07 Juni 2020 – 15:32 WIB

Lebih hebat dari Black Hawk, ini penyebab mi-17 jatuh

Lebih hebat dari Black Hawk, ini penyebab mi-17 jatuh

JAKARTA, REQnews - Sedikitnya sudah tiga helikopter MI-17 miliki TNI AD jatuh sejak 2011. Hal yang sering dipertanyakan adalah mengapa heli paling andal di dunia itu, bahkan disebut mengalahkan Blak Hawk produk Amerika Serikat, mengalami kecelakaan di Indonesia?

Dua kecelakaan terdahulu yaitu di Malinau dan Oksibil Papua tidak ada yang diakibatkan kerusakan mesin. Sebab seperti ditulis angkasa.news heli itu mampu terbang meskipun kedua mesinnya mati.

Dari dua kecelakaan terdahulu tercatat penyebabnya beragam.

Hempasan angin
Helikopter yang jatuh di Malinau, November 2013 disebut Panglima TNI Jenderal Moeldoko seperti dilansir liputan6 pada 11 November 2013 akibat hempasan angin.


Cuaca buruk
Sementara Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menegaskan, helikopter MI-17 milik TNI AD yang jatuh di pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegungan Bintang, Papua murni akibat faktor cuaca.

Herman mengungkap hal itu setelah bangkai heli ditemukan 8 bulan setelah kecelakaan. Helikopter itu dinyatakan hilang kontak pada Juni 2019. Akibat cuaca buruk, helikopter itu menabrak dinding bukit yang menyebabkan pesawat hancur berkeping dan menewaskan 12 penumpangnya.


Cuaca cerah
Sementara helikopter yang jatuh di Kendal hingga kini belum diketahui penyebabnya. Hanya saja saat terjadi kecelakaan heli itu terbang dalam cuaca cerah. Heli diketahui terbang untuk misi latihan.

Saat ini Mi-17 digunakan oleh 90 negara. Banyak negara yang terpaksa menjatuhkan pilihan kepada Mi-17 karena kagum dengan kemampuannya, seperti terjadi pada Arab Saudi. Awalnya negeri Raja Salman itu akan memborong Black Hawk dari Pabrik Sikorsky, di Connecticut Amerika Serikat.

Jumlah Mi-17 di seluruh dunia mencapai 17.000 unit, sedangkan Black Hawk hanya 16.000 unit saja.