Jaksa Agung! Haris Azhar Cium Aroma Rekayasa di Balik Tuntutan Jaksa Kasus Novel

Jumat, 12 Juni 2020 – 15:32 WIB

Jaksa Agung! Haris Azhar Cium Aroma Rekayasa di Balik Tuntutan Jaksa Kasus Novel

Jaksa Agung! Haris Azhar Cium Aroma Rekayasa di Balik Tuntutan Jaksa Kasus Novel

JAKARTA, REQnews - Ada kejanggalan dalam peradilan terhadap dua terdakwa kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan. Yakni soal kinerja kejaksaan yang menuntut rendah para terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis.

Padahal, aksi kriminal yang dilakukan kedua terdakwa terbilang cukup kejam. Hal itu diamini Direktur Kantor Hukum Lokataru Haris Azhar yang mengatakan bahwa tuntutan setahun penjara yang diberikan Jaksa terlalu berbau rekayasa.

"Nuasa rekayasa sangat kental. Sebagaimana ciri pengadilan rekayasa, banyak keanehan dalam persidangan," ujar Haris Azhar di Jakarta, Jumat 12 Juni 2020.

Kata dia, kedua terdakwa adalah anggota Polri yang didamping pengacara yang juga polisi. Kondisi itu menunjukan bahwa kasus ini sarat konflik kepentingan.

Dia juga menyoroti keterangan dokter bahwa Novel Baswedan diserang air keras tidak digunakan. Jaksa memakai dalil penggunaan air aki seperti pengakuan kedua terdakwa tanpa didukung bukti forensik.

Rekaman CCTV pun tidak dimunculkan sebagai bukti dalam persidangan. Padahal, sejak awal penanganan polisi mengklam sudah mendapati rekaman CCTV sekitar tempat kejadian dekat kediaman Novel Baswedan.

"Ini hanya beberapa kejanggalan," kata Haris.

Tak ayal, dirinya menilai untutan rendah bagi kedua terdakwa kasus Novel Baswedan aneh tapi wajar. Aneh karena kejahatan kejam hanya dituntut rendah. Namun wajar sebab Haris Azhar meyakini Rahmat dan Ronny sekedar boneka.

Berdasarkan hasil investigasi Tim Advokasi Novel Baswedan, Rahmat dan Ronny tak sesuai dengan ciri-ciri pelaku. "Keduanya dipasang untuk mengakhiri polemik kasus Novel yang tidak kunjung jelas," ucap Haris.