Empat Pria Pembunuh Pemimpin Gorila Berhasil Ditangkap

Minggu, 14 Juni 2020 – 14:33 WIB

Gorila (Foto:Istimewa)

Gorila (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Empat pria tersebut ditangkap oleh otoritas margasatwa Uganda (UWA) setelah membunuh seekor gorila jantan berusia 25 tahun. Gorila tersebut menjadi pemimpin dalam kelompoknya dan juga sangat populer serta dicintai oleh kalangan wisatawan di Taman Nasional Bwindi Impenetrable, Uganda.

Pada 1 Juni lalu, gorila yang diberi nama Rafiki tersebut hilang dan kemudian ditemukan pada hari berikutnya. Namun sayang hewan primata bertubuh besar itu ditemukan dalam keadaan tewas.

Ketika ditangkap oleh pihak berwenang, salah seorang dari pelaku mengatakan alasan dia membunuh gorila tersebut adalah untuk membela diri.

Dia mengatakan Rafiki mengancam keselamatan dirinya dan temannya yang sedang berburu di kawasan taman nasional.

“Sebuah laporan postmortem mengungkapkan bahwa Rafiki mengalami luka yang disebabkan benda tajam yang menembus dada bagian kiri hingga mengenai organ dalam,” kata perwakilan otoritas margasatwa Uganda dikutip Aljazeera.

Ketika ditangkap, salah satu pelaku juga kedapatan membawa daging babi liar, tali dan jebakan kawat serta tombak untuk berburu.

Rafiki adalah ketua kelompok gorila yang disebut Nkuringo yang terdiri dari 17 ekor gorila.

Taman Nasional Bwindi Impenetrable merupakan situs warisan dunia UNESCO di wilayah perbatasan negara Uganda dengan Republik Demokratik Kongo.

Taman Nasional yang memiliki luas 320 kilometer persegi tersebut menjadi rumah bagi banyak primata, gajah, antelop dan satwa liar lainnya.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Bwindi Impenetrable lantaran terdapat sekitar 400 ekor gorila di sana. Jumlah tersebut terbilang cukup besar karena mencakup hampir setengah dari populasi gorila di seluruh dunia.

Namun, akibat pandemi virus corona yang beberapa bulan ini menghantam berbagai negara di dunia, membuat taman nasional sepi dari pengunjung.

Sepinya pengunjung juga berakibat pada upaya konservasi yang dilakukan taman nasional karena kekurangan dana yang bersumber dari wisatawan.

Perburuan satwa liar di Uganda memang mengkhawatirkan. Polisi setempat sering mengumumkan penyitaan organ satwa liar seperti gading gajah, cula badak dan kulit trenggiling. (hsp)