Hamil di Luar Nikah, Puluhan Gadis Ajukan Dispensasi Kawin ke Pengadilan

Selasa, 16 Juni 2020 – 19:31 WIB

ilustrasi pernikahan (Foto:Istimewa)

ilustrasi pernikahan (Foto:Istimewa)

WONOGIRI, REQNews – Aturan batas minimal pernikahan perempuan dinaikkan dari 16 tahun menjadi 19 tahun membuat puluhan orang tua gadis di Wonogiri mengajukan dispensasi Kawin ke Pengadilan karena anak mereka dibawah usia tersebut.

Pengajuan dispensasi ini bukan tanpa sebab, karena perkawinan harus segera dilangsungkan mengingat anak-anak mereka telah lebih dulu hamil.

Selama lima bulan terakhir, sejak Januari hingga Mei 2020, Pengadilan Agama (PA) Wonogiri mencatat sebanyak 89 permohonan perkara dispensasi kawin.

Permohonan perkara dispensasi perkawinan di PA Wonogiri menduduki posisi ketiga dengan jumlah perkara terbanyak. Jumlah tersebut berada di bawah angka perkara cerai gugat dan cerai talak di PA Wonogiri.

Muhammad Syafi selaku Ketua Pengadilan Agama Wonogiri mengatakan, meskipun syarat umur pernikahan diubah tetapi izin pernikahan dibawah 19 tahun tetap diatur di UU.

Adapun yang berhak mengajukan dispensasi, kata Syafi, adalah kedua orang tua mempelai.

Menurutnya, penyebab orang mengajukan dispensasi kawin di Wonogiri rata-rata karena hamil di luar nikah.

“Sehingga jika akan melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA), mereka harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari PA,” ujar Syafi, Minggu, 14 Juni 2020.

Dalam menangani perkara hamil di luar nikah, pihaknya berinisiatif untuk memperlambat atau mempersulit proses pengabulan permohonan.

Hal itu, kata Syafi, sebagai upaya edukasi agar orang tidak menganggap mudah ketika akan mengajukan dispensasi kawin karena hamil di luar nikah,” ujarnya.

“Jika dispensasi perkawinan itu langsung dikabulkan PA Wonogiri, maka para orang tua senang dan tak mengambil pelajaran,” terangnya.

Pihaknya mengaku akan menasehati dan memberikan peringatan keras kepada para pemohon saat sidang.