Kasus George Floyd, Karyawan Minta Google Jangan Kasih Data ke Polisi

Selasa, 23 Juni 2020 – 12:33 WIB

Kaeyawan ilustrasi (Foto: Istimewa)

Kaeyawan ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Ribuan karyawan Alphabet Inc mengajukan petisi kepada Google untuk berhenti memberikan layanan email, data dan jasa lainnya kepada pihak kepolisian.

Dalam petisinya, para karyawan menyatakan kekecewaannya terhadap Google yang tidak bergabung dengan jutaan orang yang memprotes polisi imbas meninggalnya George Floyd.

"Kita seharusnya tidak mengambil untung dari polisi yang rasis," bunyi petisi tersebut dikutip dari Reuters, Selasa 23 Juni 2020.

Sebagai informasi, perusahaan menjual paket G Suite yang meliputi layanan email, pengeditan dokumen, dan penyimpanan file ke polisi di Clarkstown, New York.

Sebelumnya, Google juga diprotes dari internal lantaran penjualan dan menjalin kemitraan yang melibatkan militer Amerika Serikat (AS) serta pihak asing.

Juru bicara Google mengonfirmasi bahwa perusahaannya telah lama bekerja sama dalam penyediaan platform komputasi umum seperti Gmail, G Suite, dan Google Cloud Platform untuk pemerintah, otoritas lokal, dan kepolisian. Namun pihak kepolisian belum menanggapi persoalan ini.

Pihak Google mengatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk membantu pemerintah dengan fasilitas keamanan dunia maya. Selain itu, Google juga akan berkomitmen dalam menghentikan rasisme dengan melibatkan saran dari ratusan karyawannya.