Wajib Tahu! 4 Cara Licik Hacker dan Intelijen Retas Akun WhatsApp

Senin, 29 Juni 2020 – 19:32 WIB

Wajib Tahu! 4 Cara Licik Hacker dan Intelijen Retas Akun WhatsApp

Wajib Tahu! 4 Cara Licik Hacker dan Intelijen Retas Akun WhatsApp

JAKARTA, REQnews - Sebagai aplikasi pesan instan paling hype di Indonesia, ternyata WhatsApp rawan aksi peretasan. Biasanya, para pelaku membobol akun WhatsApp setelah mereka memiliki kode OTP untuk masuk ke sebuah akun.

Nah kode OTP, atau one time password, adalah password sekali pakai yang dikirimkan layanan internet lewat SMS atau telepon jika seseorang mau masuk ke sebuah akun. Cara apa saja yang umum dipakai hacker untuk mencuri akun WhatsApp?

Berikut ulasan pakar keamanan siber Teguh Aprianto, yang merupakan pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia:

Call forwarding
Call forwarding, adalah fitur yang memang disediakan operator seluler untuk melakukan pengalihan komunikasi telepon dari suatu nomor ponsel ke nomor ponsel lainnya, yang disediakan untuk memudahkan pelanggan.

Fitur ini sering disalahgunakan untuk mengetahui OTP milik korban. Hacker sering mengelabui korban, dengan cara mengaktifkan call forwarding yang hanya bisa diaktifkan dari ponsel korban. Yaitu, dengan cara menekan * * 21 *, dilanjutkan dengan nomor tujuan yang mau dialihkan, kemudian pencet # Yes/OK

SIM Swap
SIM swap adalah metode peretasan dengan mengambil alih kartu SIM seluler korban. Caranya, bisa dengan mencuri ponsel, hingga membuat kartu SIM baru dengan berbagai upaya penipuan.
Isu bahaya SIM swap booming di Indonesia setelah kasus akun bank milik jurnalis senior Ilham Bintang berhasil dicuri oleh hacker, pada Januari 2020.

Spyware
Spyware adalah alat mata-mata yang dipasang atau tak sengaja disusupi pada sebuah perangkat untuk merekam aktivitas perangkat. Fungsinya untuk memantau aktivitas SMS atau telepon.

Download aplikasi atau file yang sembarangan bisa meningkatkan risiko terinstalnya spyware di perangkat. So, sangat disarankan untuk memastikan keamanan dari file apapun yang kita download.

Pegasus
Pegasus adalah piranti lunak yang dikembangkan oleh NSO Group Technologies, perusahaan mata-mata Israel. Software ini umum dipakai oleh agen intelijen. Tools ini bisa menargetkan aplikasi WhatsApp. Perusahaan WhatsApp sendiri telah menuduh NSO Group melakukan peretasan 1.400 akun WhatsApp milik pemerintah, jurnalis, dan aktivitas hak asasi manusia.

Pegasus tak hanya mampu membaca SMS, email, dan pencarian web pengguna, dia juga bisa melakukan panggilan telepon, pelacakan lokasi, membajak mikrofon, dan mengaktifkan kamera ponsel.