Habis Corona, Muncul Virus G4! Sangat Berbahaya dan Menular

Selasa, 30 Juni 2020 – 16:32 WIB

Ilustrasi Virus (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Virus (Foto:Istimewa)

CINA, REQNews - Peneliti di Cina telah menemukan jenis baru virus flu babi yang mampu memicu pandemi. Temuan itu terungkap berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan pada Senin 29 Juni 2020 dalam jurnal sains Amerika Serikat, PNAS.

"Virus itu dinamai G4 yang secara genetik diturunkan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada 2009. Virus ini memiliki semua ciri penting dari sangat beradaptasi untuk menginfeksi manusia,” ungkap para peneliti yang terdiri atas ilmuwan dari sejumlah universitas dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 30 Juni 2020.

Sejak 2011 hingga 2018, para peneliti mengambil 30.000 sampel uji swab dari babi di rumah-rumah jagal yang terdapat di 10 provinsi Cina dan di rumah sakit hewan. Ini memungkinkan mereka untuk mengisolasi 179 jenis virus flu babi. Mayoritas dari sampel yang dikumpulkan itu adalah jenis baru yang telah dominan ditemukan di antara babi sejak 2016.

Para peneliti kemudian melakukan berbagai percobaan, termasuk terhadap ferret (binatang sejenis musang). Hewan ini memang banyak digunakan dalam studi flu karena mereka mengalami gejala yang mirip dengan manusia, terutama ketika demam, batuk, maupun bersin.

Hasil pengamatan peneliti menunjukkan, G4 sangatlah menular, bereplikasi dalam sel manusia, dan menyebabkan gejala lebih serius pada musang daripada virus lain. Hasil uji coba juga menunjukkan, kekebalan yang didapat manusia dari paparan flu musiman tidak memberikan perlindungan dari G4.

Sementara, berdasarkan hasil tes darah yang menunjukkan adanya antibodi yang diciptakan oleh paparan virus, ternyata sekitar 10,4 persen pekerja di peternakan babi di Cina sudah terinfeksi virus itu. Tes juga menunjukkan bahwa sebanyak 4,4 persen dari populasi umum di negara itu juga tampaknya telah terpapar G4.

Karena itu, virus tersebut telah berpindah dari hewan ke manusia, tetapi belum ada bukti bahwa virus itu dapat ditularkan dari manusia ke manusia—yang menjadi kekhawatiran utama para ilmuwan sampai saat ini.

“Sangat mengkhawatirkan bahwa infeksi virus G4 pada manusia akan meningkatkan adaptasi manusia dan meningkatkan risiko pandemi pada manusia,” demikian catatan para peneliti.

Para ilmuwan menyerukan pemerintah mengambil langkah-langkah mendesak untuk memantau orang yang bekerja di peternakan babi. “Ini jadi pengingat yang baik bahwa kita (manusia) secara terus-menerus menghadapi risiko munculnya patogen zoonosis baru,” ucap Kepala Departemen Kedokteran Hewan di Universitas Cambridge, James Wood.

“Manusia memiliki kontak lebih besar dengan hewan ternak dibandingkan dengan satwa liar. Ini dapat bertindak sebagai sumber penting pandemi virus,” katanya.