Mau Dipidanakan Bupati Bogor, Rhoma Irama Berharap Bupati Bercanda

Selasa, 30 Juni 2020 – 22:02 WIB

Rhoma Irama (Foto:rhoma_official)

Rhoma Irama (Foto:rhoma_official)

JAKARTA, REQNews - Pedangdut Rhoma Irama menanggapi kabar dirinya akan dipidanakan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin Munawaroh, berkaitan dengan kegiatan manggungnya di Bogor, Jawa Barat, Rhoma berharap Bupati bercanda.

Menurutnya, yang diproses hukum adalah penyelenggara bukan dirinya. Karena dia datang sore hari hanya sebagai tamu dan tidak bermaksud bernyanyi.

"Ini saya rasa Aneh," kata Rhoma seperti dikutip dari Instagram pada Selasa, 30 Juni 2020.

Rhoma harap bupati bercanda sebab kalau memang serius, yang bertanggungjawab adalah yang mengadakan acara. Selian itu, Rhoma mengaku saat dia selesai tausiyah para tamu memintanya menyanyi lalu dia menyanyikan sekitar dua lagu. Ditegaskannya dia tidak menggelar konser.

Rhoma heran kenapa dirinya yang menjadi target, pasalnya di acara tersebut juga ada penyanyi ibu kota lain dan ada pementasan wayang golek.

"Seharusnya ketika ada panggung, kalau tidak boleh harusnya dilarang, lalu sebelum saya hadir ada pementasan wayang golek juga harusnya dilarang tapi didiamkan. Lalu kenapa saya yang datang sore hari dipermasalahkan," ujarnya.

"Saya undangan. Kalau saya sebagai undangan harus bertanggungjawab, berarti seluruh undangan yang hadir disitu harus diproses secara hukum juga," jelas Rhoma.

Rhoma menepis bahwa dirinya menggelar konser di sana bersama Soneta. Dia mengaku hanya memberi tausiyah singkat serta menyanyikan beberapa lagu sesuai permintaan undangan lain.

"Di panggung ketika saya memberikan tausiyah singkat pasti saya didaulat nyanyi. Ya saya menyanyilah satu dua lagu, itu sesuatu yang normal, wajar," ungkapnya.

Rhoma Irama menjadi sorotan usai manggung di acara khitanan yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat. Aksi Rhoma membuat Bupati Bogor, Ade Yasin geram karena sebelumnya sudah menerbitkan larangan tampil berkaitan dengan pandemi COVID-19.