Jenazah PDP Dibawa Pulang, Direktur RSUD Daya Makassar Dicopot

Rabu, 01 Juli 2020 – 03:04 WIB

RSUD Daya Makassar (Foto:Istimewa)

RSUD Daya Makassar (Foto:Istimewa)

MAKASSAR, REQNews - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ardin Sani, dicopot dari jabatannya. Pencopotan lantaran Ardin mengizinkan jenazah berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) covid-19 dibawa pulang keluarga.

"Keputusan ini diambil oleh Pak Wali Kota setelah melalui pertimbangan yang matang," kata Asisten Pemerintahan yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Makassar, Sabri, di Makassar, Selasa, 30 Juni 2020.

Sabri mengatakan, protokol kesehatan yang berlaku hukumnya wajib untuk ditegakkan di tengah masyarakat. Sehingga Pemerintah Kota Makassar tidak mentolerir siapa pun yang melanggar protokol kesehatan covid-19. Terlebih, Kota Makassar masih menjadi episentrum penyebaran virus korona.

"Protokol kesehatan yang berlaku hukumnya wajib untuk ditegakkan di tengah masyarakat. Apalagi saat ini covid-19 di Makassar semakin hari semakin meningkat," jelasnya.

Dia mengingatkan, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, atau lurah untuk serius melakukan penanganan covid-19. Mereka diminta tidak bertindak di luar aturan yang berlaku.

"Kita harus mengajarkan kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Jika dibiarkan, sama artinya pemerintah telah melonggarkan aturan-aturan yang telah di tetapkannya sendiri," jelasnya.

Sebelumnya, jenazah pasien PDP di RSJD Daya, berinisial, CR, 49 diambil oleh keluarganya pada Sabtu, 27 Juni 2020. Pengambilan itu diizinkan setelah dijamin oleh kerabat yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim.