Meresahkan, Puluhan Preman di Tasikmalaya Dijaring Polisi

Rabu, 01 Juli 2020 – 10:01 WIB

Ilustrasi para preman yang terjaring polisi (Foto:Istimewa)

Ilustrasi para preman yang terjaring polisi (Foto:Istimewa)

TASIKMALAYA, REQNews - Puluhan preman di Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa, 30 Juni 2020 dijaring aparat kepolisian karena apa yang dilakukan para preman tersebut telah meresahkan masyarakat.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa penjaringan itu pun dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya kejahatan di jalanan. Ada sekitar 39 preman yang terjaring dalam kegiatan tersebut.

"Dalam kegiatan penjaringan preman mengamankan setidaknya 39 orang," ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo, Selasa, 30 Juni 2020.

Mereka diamnkan di lima kecamatan, yaitu Tanjungjaya, Sukaraja, Salopa, Cikatomas, dan Cipatujah.

Preman yang dijaring, dia mengungkapkan, melakukan berbagai kegiatan yang membuat masyarakat resah dan berefek tidak baik. Modusnya sendiri kebanyakan dengan melakukan penjualan air mineral kepada pengguna jalan hingga meminta uang jasa pengaturan arus lalu lintas.

"Ada juga preman yang sengaja menghambat dan mempersempit ruas jalan menggunakan bambu. Hal tersebut dilakukan agar preman ini bisa menghentikan kendaraan sehingga bisa meminta uang jasa pengaturan arus lalu lintas," ujarnya.

Di salah satu lokasi penjaringan preman, Siswo menjelaskan, pihaknya menemukan obat-obatan untuk mendapatkan efek mabuk. Namun di sisi lain, dia juga menemukan sejumlah pelajar yang berlagak menjadi preman.

Dari 39 preman yang diamankan pihaknya, kebanyakan mereka adalah pemuda pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan. Dalam sehari, para preman tersebut setiap orangnya bisa menghasilkan Rp 70 ribu.

"Seluruhnya kita bawa ke Mapolres untuk dibina, termasuk para pelajar. Pelajar yang terjaring, kita minta orang tuanya yang menjemput," tutupnya