IFBC Banner

Amandemen UU Pemungutan Suara, Putin Bakal Jadi Presiden Abadi Rusia

Senin, 06 Juli 2020 – 09:01 WIB

Amandemen UU Pemungutan Suara, Putin Bakal Jadi Presiden Abadi Rusia

Amandemen UU Pemungutan Suara, Putin Bakal Jadi Presiden Abadi Rusia

RUSIA, REQnews - Presiden Vladimir Putin mengatakan amandemen konstitusional yang disetujui secara nasional menciptakan kondisi bagi Rusia. Nantinya, akan menciptakan perkembangan progresif konstitusional negaranya selama puluhan tahun mendatang.

IFBC Banner


Salah satu perubahan tersebut, yakni terkait kemungkinan Putin mengupayakan dua masa jabatan tambahan sebagai presiden. Dan jika terpilih kembali, dia akan berkuasa hingga 2036.

Mengutip Reuters, Senin 6 Juli 2020, perubahan lainnya memberikan kekebalan kepada mantan presiden dari penuntutan , memberi satu rujukan ke Tuhan dalam konstitusi. Yakni menawarkan perlindungan pensiun dan membatasi pernikahan sebagai bersatunya seorang pria dan seorang perempuan.

Kelompok oposisi mengatakan amandemen pemungutan suara itu liar dan tidak sah. Salah satu kelompok pengawas independen juga berpendapat bahwa pemilihan umum  itu sangat cacat.

Namun kantor berita Rusia mengutip Putin yang mengatakan, "Saya sangat yakin bahwa apa yang sedang kami lakukan adalah hal yang tepat dalam mengadopsi amandemen untuk konstitusi saat ini."

"Amendemen itu akan memperkuat kebangsaan kami dan menciptakan kondisi bagi perkembangan progresif negara kami selama beberapa dekade ke depan," katanya.

Sementara Kremlin memuji pemungutan suara yang luar biasa dalam mendukung amendemen tersebut sebagai kesuksesan bagi Putin. Mereka mengatakan bahwa masyarakat Rusia membuktikan persatuan melalui pemungutan suara mendukung reformasi.