Jadi Kepala Daerah Tak Disukai, Gubernur Anies Ngeles Pakai COVID-19

Selasa, 07 Juli 2020 – 14:00 WIB

Jadi Kepala Daerah Tak Disukai, Gubernur Anies Ngeles Pakai COVID-19

Jadi Kepala Daerah Tak Disukai, Gubernur Anies Ngeles Pakai COVID-19

JAKARTA, REQnews - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terpilih sebagai kepala daerah terpopuler di media sosial, namun paling tak disukai. Mantan Menteri Pendidikan ini pun langsung hasil survei Drone Emprit tersebut.

Dalam sebuah acara Zoom-In tvOne pada Sabtu 4 Juli lalu, Anies mengaku tak masalah. Menurutnya yang lebih penting adalah kinerjanya di dunia nyata. "Gini, kalau saya ini merasa lebih penting yang dunia nyata, yang nyatanya dirasakan masyarakat," kata Anies.

Ia lantas membela diri dengan mencontohkan kinerjanya mengatasi Covid-19 di Jakarta hingga cukup terkendali. "Covid misalnya. Maka di dunia nyata apakah terkendali pasiennya bisa disembukan apa tidak, nyata lebih penting."

"Karena kalau di sosial media ya tahu sendiri, hari ini dipuji besok enggak," ujarnya lagi.

Anies menambahkan, survei di sosial media itu hanya bersifat sementara. Terkadang dirinya dipuji, kadang pula dirinya dikritik.

"Enggak apa-apa. Karena buat saya angka-angka survei itu potret satu waktu, maka saya mengerjakan amanat melindungi warga itu malah tidak satu hari, tapi minggu, bulan," katanya.

Ia lantas kembali mengungkit bagaimana dirinya mengatasi Covid-19 di awal-awal pandemi tersebut masuk Indonesia.

Awalnya dirinya terus mendapat kritikan atas kinerjanya itu. Namun, kini justru berubah.

"Coba ingat-ingat dulu ketika bulan Maret ketika kita memutuskan wah itu dikritik, dibully, dibilang berlebihan dan lain, lain, macem-macem sekali. Kalau saat itu saya dites popularitas ya jeblok, sekarang tiga bulan kemudian rupanya angka penularan terbesar jadi bulan Maret," katanya.

Sekali lagi, pria berusia 50 tahunan ini pun menegaskan bahwa dirinya bekerja bukan untuk meraih kepopuleran dan pujian di media sosial. Meski sadar dirinya tak disukai, Anies menegaskan tetap berusaha yang terbaik.

"Jadi saya itu dipilih bukan untuk mendapatkan rating tinggi di sosmed. Kalau kita bilang enggak ya aneh dong, tapi ada usaha terstruktur kemudian secara terus menerus. Di sosial media luar biasa dan tidak pernah berhenti hari apapun kapanpun selalu jalan terus, selama tiga tahun ini," kata dia.