Prabowo Minta Prajurit TNI di Tes Swab, Jawaban KSAD Andika Justru Mengejutkan

Minggu, 12 Juli 2020 – 06:00 WIB

Prabowo Minta Prajurit TNI di Tes Swab, Jawaban KSAD Andika Bikin Kaget

Prabowo Minta Prajurit TNI di Tes Swab, Jawaban KSAD Andika Bikin Kaget

JAKARTA, REQnews - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta swab test massal bagi prajurit TNI. Tes itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona alias COVID-19. 

Apalagi ditemukan 1262 kasus Covid-19 di lingkungan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD). Dan 99 kasus di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD di Cimahi. 

Menanggapi permintaan eks Danjen Kopassus tersebut, jawaban Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa bikin kaget.

"Keinginan Menhan itu sangat bagus sekali, tapi yang jelas swab itu kan yang diperlukan banyak, selain ketersediaan alat swab test, juga labnya di mana," kata Andika saat memberikan keterangan pers di Markas Kodam Siliwangi, Bandung, Sabtu 11 Juli 2020.

Ia pun mengaku sangat senang karena dengan diperiksa swab itu kan lebih akurat dibandingkan dengan rapid test. Sebelumnya, keinginan Prabowo terkait tes massal bagi prajurit TNI itu disampaikan Juru Bicara Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antaramedia, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Lingkungan pendidikan militer jadi klaster baru penyebaran virus corona. Dua di antaranya yaitu Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD), Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD di Cimahi, Jawa Barat.

Di Secapa TNI AD, ada 1.262 orang yang dinyatakan positif virus corona pada Kamis 9 Juli lalu. Sementara di Pusdikpom AD masih belum diketahui pasti. Kabar yang beredar ada 99 orang yang positif terinfeksi.

Andika menyatakan pihaknya sedang mengevaluasi terkait penularan virus corona di dua lembaga pendidikan tersebut. Dia mengatakan pihaknya tak bisa secara pasti menyebut apa yang menjadi penyebab awal penularan virus di kedua lembaga tersebut.

"Ini pelajaran bagi kami, kami sudah lakukan evaluasi, mempersering penyemprotan disinfektan. Itu salah satu cara kita, walaupun kita tidak bisa menjamin," katanya.