Bikin Irjen Rudy Gak Bisa Tidur Gegara Tim Advokasi Novel Lapor ke Propam

Selasa, 14 Juli 2020 – 11:04 WIB

Bikin Irjen Rudy Gak Bisa Tidur Gegara Tim Advokasi Novel Lapor ke Propam

Bikin Irjen Rudy Gak Bisa Tidur Gegara Tim Advokasi Novel Lapor ke Propam

JAKARTA, REQnews - Kepala Divisi Hukum Mabes Polri, Irjen Pol Rudy Heriyanto tampaknya tidak bisa tidur dengan tenang. Sebabnya, Tim Advokasi Novel Baswedan, Muhammad Isnur terus mendorong Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri untuk menindaklanjuti laporan terhadap mantan mantan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya. 

“Kami akan mendorong, mengingatkan, seperti kami menagih janji Presiden untuk mengungkapkan siapa otak pelakunya,” kata Isnur di Jakarta, Senin 13 Juli 2020.

Apalagi, saat ini Rudy menjadi pengacara Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahuette, terdakwa penyerangan Novel. Rudy juga pernah menjadi bagian dari tim penyidik yang menangani perkara penyiraman air keras terhadap Novel.

Sebelumnya, Tim Advokasi Novel Baswedan melaporkan Rudy atas dugaan pelanggaran kode etik profesi. Bila Divisi Propam tidak menindaklanjuti laporan tersebut, Isnur menilai hal tersebut akan semakin menjelaskan kecurigaan bahwa ada kesengajaan dalam menutupi fakta kasus Novel yang sebenarnya.

“Kami sebagai pelapor dalam waktu 14 hari wajib dapat perkembangan hasil pemeriksaan,” katanya.

Menurut dia, kasus penyerangan terhadap Novel bukan hanya soal penyidik senior KPK tersebut. Tetapi soal hukum dan keadilan bagi semua orang.

“Kalau perkara Novel tidak bisa diungkapkan secara serius, apalagi masyarakat biasa,” katanya.

Merangkum Wikipedia, Rudy merupakan perwira tinggi kepolisian yang lahir di Jakarta, 17 Maret 1968. Sejak 2 September 2019 lalu mengemban amanat sebagai Kepala Divisi Hukum Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Rudy adalah alumni Sekolah Perwira Polri tahun 1993 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, ia tercatat sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) dengan predikat cumlaude. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Widyaiswara Utama Sespim Polri.

Dalam karirnya ia juga sering menerima sejumlah penghargaan di Korps Bhayangkara. Antara lain Bintang Bhayangkara Nararya, Satya Lencana Pengabdian XXIV, Satya Lencana Ksatria Bhayangkara dan Satya Lencana Kebaktian Sosial.

Sebelum menjabat Kadivkum Polri, adalah bagian dari tim penyelidik yang bertugas menangani kasus Novel. Menurut Kurnia Ramadhana berkata, Irjen Rudy diduga sengaja menghilangkan barang bukti untuk menutupi fakta.