Ogah Damai, Wasit Polisikan Pemain yang Injak Wajahnya di Stadion Patriot

Selasa, 14 Juli 2020 – 17:05 WIB

Wajah wasit Wahyudin yang diinjak pemain bola saat pertandingan

Wajah wasit Wahyudin yang diinjak pemain bola saat pertandingan

BEKASI, REQnews - Penganiayaan yang dilakukan pemain sepakbola terhadap wasit masih sering terjadi di Indonesia. Yang terbaru, penganiayaan hingga menginjak wajah wasit yang dilakukan oleh beberapa pemain bola saat pertandingan 'silaturahmi' di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Wahyudin (29), wasit yang menjadi korban sejumlah kebrutalan pemain sepakbola itu akhirnya menempuh jalur hukum. Dirinya melaporkan penganiayaan tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota Senin kemarin, 13 Juli 2020.

Meskipun sudah dipertemukan dengan panitia acara hingga perwakilan tim yang terlibat dalam insiden itu agar masalah selesai lewat jalur damai, namun Wahyudin menolak.

"Kemarin saya sudah proses ke pihak berwajib, di Polres Bekasi Kota," ujarnya, Selasa, 14 Juli 2020. Nomor laporan Wahyudin tercantum di LP/1588/K/VII/2020/SPKT/Restro Bks Kota. "Jadi masalah damai itu, ya, saya itu posisi saya pikiran saya sudah hancurlah itu, sudah lelah, capek semua, di situ dia seenaknya minta damai kasih Rp 300 ribu. Itu (yang kasih uang) pelaku dan pengurus tim juga," kata Wahyudin, kata Wahyudin, Selasa, 14 Juli 2020.

Ia tak terima tawaran itu. Beberapa kali tawaran damai sempat dilayangkan oleh pelaku melalui timnya. "Awalnya minta Rp 5 juta, saya nggak terima, terus naik lagi Rp 15 juta, Rp 20 juta, saya mikir di situ, saya nggak bisa seenaknya (dihargai) begitu harga Rp 5 juta sampai 20 juta. 'Nggak ada harganya buat saya," ungkap Wahyudin.

Menurutnya, hal ini bukan hanya menyangkut nama baik pribadi, namun juga keluarga. "Karena saya (wasit) yang sudah berlisensi. Kalau saya ambil jalur damai, otomatis semua jadi jelek, nama saya jelek, keluarga jelek, apalagi umumnya wasit seluruh di Indonesia," imbuhnya.