Khawatir Dipakai Intel Asing, Warga Dilarang Main Layang-layang

Rabu, 15 Juli 2020 – 11:00 WIB

Perampasan layang-layang oleh pemerintah Mesir (Foto:Istimewa)

Perampasan layang-layang oleh pemerintah Mesir (Foto:Istimewa)

MESIR, REQNews - Pemerintah melarang warga untuk main layangan karena dinilai mengancam keamanan nasional. Larangan itu dikeluarkan pemerintah Mesir yang mengkhawtirkan aksi mata-mata dilakukan melalui layangan.

Dilansir dari Middle East Monitor pada Selasa, 14 Juli 2020 pemerintah mesir mengungkapkan kamera kecil bisa saja terpasang di layangan dan diterbangkan untuk memotret institusi militer atau polisi.

Aturan ini sempat dijadikan bahan lelucon oleh warganet tapi beberapa hari kemudian larangan ini ternyata benar-benar diterapkan. Laman Facebook Gubernur Alexandria memposting gambar layangan yang disita.

"Layang-layang sudah dilarang di Corniche demi menjaga keamanan warga karena telah terjadi beberapa insiden."

Dalam postingan itu juga dituliskan nilai denda yang diterapkan jika penduduk Mesir tetap ngeyel menerbangkan layangan, yaitu sekitar USD 18 hingga USD 62 atau setara Rp 200 hingga 900 ribu.

Anggota dewan Ahmed Tantawi mengatakan pemerintah salah menempatkan prioritas karena ada hal lain yang lebih mendesak untuk dibahas.

Baginya, bendungan Grand Ethiopia Renaissance jauh lebih penting ketimbang mengurus bahaya layangan yang biasanya dimainkan anak-anak.

Bermain layangan di kalangan anak-anak mesir menjadi tren belakangan ini. Mereka biasanya menerbangkan layang-layang di atap rumah hingga melanggar jam malam. Pihak berwenang mengatakan kegiatan ini berbahaya.