Pemilik Toko Perlengkapan Sekolah Jadi Korban Pemerasan Gegara KJP

Rabu, 15 Juli 2020 – 09:03 WIB

Kartu Jakarta Pintar (foto:Istimewa)

Kartu Jakarta Pintar (foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Pemilik toko perlengkapan sekolah jadi korban pemerasan karena menyimpan ratusan lembar Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang digunakan sebagai jaminan. SA pemilik toko menyimpan 219 KJP di tokonya.

SA menyimpan 219 KJP di toko perlengkapan sekolah miliknya karena memang menerima pembayaran lewat KJP. Karena banyak pemilik KJP yang ingin membeli barang namun saldo tidak mencukupi.

Hal inilah yang dimanfaatkan para pelaku yakni W alias B, A alias A, S alias A, R, RO dan AR untuk memeras korban.

Awalnya pelaku RO dan AR datang kepada korban mengaku dapat mengamankan kasus korban yang diduga menyalahi prosedur pencairan KJP.

Mereka berpura-pura sebagai pihak yang dapat mengamankan kasus tersebut.

"Kedua pelaku mengaku bisa mengamankan dugaan kesalahan prosedur dalam penggunaan KJP itu bahkan jika dibawa ke pihak kepolisian sekalipun," jelas Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Syafri Wasdar di Polsek Kalideres, Selasa, 14 Juli 2020.

Hingga akhirnya empat pelaku W alias B, A alias A, S alias A, dan R datang ke toko korban.

Mereka mengancam akan menaikan kasus tersebut ke media masa.

Akhirnya korban teringat dengan dua pelaku lainnya yang mengaku dapat mengamankan kasus tersebut. Korban pun akhirnya menghubungi RO dan AR.

"Saat di mobil korban ditanya-tanya oleh empat pelaku terkait relasi yang bisa amankan kasus tersebut. Akhirnya korban teringat RO dan AR sempat bertemu sebelumnya," tutur Syafri.

Akhirnya kedua pelaku RO dan AR datang bertemu dengan korban setelah dihubungi korban. Mereka berdua berpura-pura menyelamatkan korban.

Hal inilah yang membuat korban mau mengeluarkan uang Rp4,5 juta untuk para pelaku.

Setelah mengeluarkan uang Rp4,5 juta, korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Akhirnya polisi meringkus empat pelaku W alias B, A alias A, S alias A, dan R, Sabtu, 13 Juli 2020 di dua tempat berbeda.

Namun dalam penyelidikan kepolisian, ternyata empat pelaku dan dua pelaku lain RO dan AR sudah bersekongkol untuk memeras korban.