Surat Pembaca, Keluhan Nasabah AXA Hingga Ketakutan Senasib Jiwasraya

Selasa, 14 Juli 2020 – 21:30 WIB

Surat Pembaca, Keluhan Nasabah AXA Hingga Ketakutan Senasib Jiwasraya

Surat Pembaca, Keluhan Nasabah AXA Hingga Ketakutan Senasib Jiwasraya

JAKARTA, REQnews - Beberapa hari ini ramai keluhan pemegang polis PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri). Khususnya nilai investasi produk unit linked yang anjlok.

Bahkan ada sejumlah nasabah yang mengkhawatirkan layanan AXA Mandiri bisa bernasib sama seperti Jiwasraya. "Jangan Jiwasraya kedua nih AXA, " ujar salah satu nasabah di Twitter. 

Terbaru dari laman sosial media Twitter, sejumlah nasabah AXA yang menyuarakan soal amblasnya investasi mereka sempat marak pada April 2020 dan masih terus berlangsung hingga Senin 13 Juli 2020.

Bahkan kini bermunculan akun-akun berbeda-beda yang menyampaikan keluhan yang sama terkait AXA. Salah satunya pengguna akun Twitter Julia Kushariyanto dengan akun @Lia01284847.

Lewat postingannya, ia mengaku kecewa dengan layanan asuransi AXA untuk pembiayaan pendidikan anaknya. Dalam cuitannya, dia menautkan ke akun resmi AXA Mandiri, Bank Mandiri, OJK dan lain-lain. 

"Anak sekolah lagi, biaya lagi.. ingat tabungan anak saya @bankmandiri yg disulap jadi asuransi jiwa oleh @AXA_Mandiri! Kejam sekali kalian!Ini uang buat anak sekolah lho! @KPAI_official @RetnoListyarti @kpp_pa @ojkindonesia @BungTB @agushwidodo @royke_tumilaar"

Senada, pengguna Twitter lainnya Rieyono Gatama dengan nama akun @RieyonoG juga menyampaikan keluhan. Dia mengaku sudah menyetorkan uang sebesar Rp 15 juta selama jadi nasabah namun saat ini tersisa Rp 3 juta. 

"Dana pendidikan anak saya yg disetor 15jt tinggal 3jt'an.kalo bukan rencana pendidikan knp diawal ga diomongin? kaya gini bukannya perusak generasi bangsa? @ojkindonesia @OmbudsmanRI137 @UGMYogyakarta @univ_indonesia @fadjroeL @KPK_RI @susipudjiastuti #cicilianina @AXA_Mandiri"

Setali tiga uang, Muslim Hanaf lewat akun @Muslimha4 juga mengeluh karena merasa tertipu dan meminta agar perusahaan bertanggungjawab. Dia juga protes karena saat mendaftar polis asuransi, hanya iming-iming soal return yang tinggi yang disampaikan oleh agen.

Muslim merupaka m nasabah AXA Mandiri sejak Juni 2010 dengan sistem pembayaran autodebet sekitar Rp 500.000 per bulan. Namun dia kaget saat melakukan pengecekan pada Mei lalu, jumlah investasi yang tertera hanya sekitar Rp 25,7 juta.    

"Saya ingin info valid.. unit link tertinggi selama @AXA_Mandiri berdiri berapa??? Sehingga anda bisa mengatakan nilai investasi lebih tinggi dr ilustrasi?? Jangan" anda hanya berdalih.. @ojkindonesia @TMCPoldaMetro @jokowi @karniilyas @MataNajwa."

Sementara AXA Mandiri memberikan pernyataan yang sama dengan sebelumnya, bahwa nasabah perlu memahami bahwa produk tersebut mengalokasikan premi untuk proteksi dan sebagian lainnya untuk investasi.

Pada akhir April lalu, Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani menyatakan bahwa produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI memiliki risiko fluktuasi yang akan memengaruhi manfaat investasi nasabah.

Dia menjelaskan bahwa polis yang dimiliki sejumlah nasabah merupakan PAYDI atau unit-linked. Jenis produk tersebut mengalokasikan premi untuk proteksi dan sebagian lainnya untuk investasi.

"Perlu kami tegaskan bahwa produk asuransi yang dimiliki oleh nasabah tersebut adalah asuransi unit-linked. Manfaat investasi yang didapat oleh nasabah tidak dijamin dan bersifat fluktuatif tergantung dari jenis investasi yang dipilih," ujar Rudy mengutip Bisnis.com.

Keputusan penempatan investasi sepenuhnya ada di tangan nasabah. Sementara itu, profil risiko produk ini erat kaitannya dengan likuiditas portfolio investasi yang terkait dengan ekonomi makro dan kinerja pergerakan pasar modal.

Menurutnya, AXA Mandiri telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani aspirasi nasabah dan sejumlah aspirasi dinilai telah dapat diselesaikan dengan baik. Perseroan pun menyatakan selalu menerapkan good corporate governance (GCG) dalam setiap proses, termasuk pemasaran produk asuransi.