Polisi Sudah Bongkar 55 Penyelewengan Dana Bansos Covid-19

Rabu, 15 Juli 2020 – 04:01 WIB

Ilustrasi dana bansos

Ilustrasi dana bansos

JAKARTA, REQnews - Polisi hingga Juli 2020 ini sudah membongkar 55 kasus terkait penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) untuk masa pandemi Covid-19. Puluhan kasus itu ditangani 12 Polda di seluruh Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono berkata, usai kasus itu terbongkar, pihaknya akan mengawasi ketat para oknum yang melakukan kecurangan atau pengurangan dana bansos.

"Salah satu motifnya mereka lakukan pemotongan dana dan pembagiannya tidak merata dan tidak sesuai," kata Brigjen Awi dalam konferensi pers virtual, Selasa 14 Juli 2020.

Awi menyebut, 55 kasus tersebut terjadi di beberapa daerah yaitu Polda Sumatera Utara menangani 31 kasus, Polda Riau 5 kasus, Polda Banten, Polda Nusa Tenggara Timur dan Polda Sulawesi Tengah masing-masing 3 kasus.

Kemudian, Polda Jawa Timur, Polda Maluku Utara dan Polda Nusa Tenggara Barat masing-masing 2 kasus, Polda Kalimantan Tengah, Polda Kepulauan Riau, Polda Sulawesi Barat dan Polda Sumatera Barat masing-masing 1 kasus. 

Lebih lanjut, Awi menyebut motif lain dalam kasus ini, di antaranya pemotongan dana secara sengaja oleh perangkat desa. Tujuan pemotongan itu adalah azas keadilan, bagi mereka yang tak menerima bansos.

Ada juga pemotongan dana digunakan untuk uang lelah. Lalu, pengurangan timbangan paket sembako, serta tidak ada transparansi kepada masyarakat terkait sistem pembagian dan dana yang diterima.

"Saat ini kami masih terus menyelidiki perkara tanpa mengganggu distribusi bantuan," ujarnya.