KKPMP dan Debt Collector Kelompok Kupang Bentrok, Dua Orang Kritis

Rabu, 15 Juli 2020 – 15:02 WIB

Ilustrasi bentrokan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi bentrokan (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Bikin resah warga, bentrokan terjadi antara organisasi kemasyarakatan atau ormas dengan debt collector di Tangerang. Kejadian ini tepatnya di Kampung Bugel, Kelurahan Kadu Agung, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dalam kejadian itu, tiga orang anggota ormas dan satu orang dari kelompok debt collector mengalami luka tusuk yang cukup parah.

Bentrokan pada Selasa 14 Juli 2020 malam itu bermula karena adanya upaya penarikan paksa yang dilakukan sejumlah debt collector pada satu unit mobil.

"Kejadian awalnya saat debt collector hendak mengambil paksa satu unit mobil Daihatsu Xenia yang sedang dikemudikan Nana di kawasan Bugel," kata Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Ade Ary, Rabu, 15 Juli 2020.

Saat penarikan itu, Nana meminta keringanan pada pihak debt collector. Namun keinginannya tak dipenuhi sampai akhirnya Nana meminta bantuan kepada ormas Kesatuan Komandan Pembela Merah Putih (KKPMP).

"Saat itu, sejumlah anggota ormas ini datang dan melakukan negosiasi. Di sana diketahui, Nana memiliki tunggakan sebesar Rp 8 juta. Pihak ormas dan Nana meminta keringanan, yang mana Nana hanya mampu membayar Rp 1 juta dulu," ujarnya.

Namun, pihak debt collector tidak menerima, yang kemudian kedua belah pihak terlibat perselisihan, hingga terjadi bentrokan yang mengakibatkan adanya korban luka tusuk.

Ada empat korban dalam kejadian ini, yakni Marzuki, Mumu, Latifulloh dan Joni. Yang saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Ciputra Citra Raya setelah mengalami luka tusuk.

Tiga korban dari ormas KKPMP yakni Marzuki mengalami luka di bagian tangan kiri, Mumu mengalami luka robek bagian kepala dan Latifulloh mengalami enam luka tusuk di bagian punggung.

Lalu, satu korban dari pihak debt collector yakni Joni Sius Manuehun, mengalami luka robek di kepala bagian belakang.

Polisi tengah melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus ini.

Nana tak menduga jika tunggakan pembayaran mobil Xenia Nopol B 1546 NMR memakan korban. Sebabnya, usai mobilnya diberhentikan paksa debt collector berujung bentrokan antar kelompok. 

Bentrokan ini terjadi di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa 14 Juli malam. Akibatnya, dua orang kritis akibat mengalami luka tusuk, dan seorang lainnya mengalami luka bocor di kepala.

Keributan berawal saat kelompok debt collector yang diwakili Kelompok Kupang hendak menagih tunggakan pembayaran mobil kepada seorang warga. Mereka menghentikan paksa mobil Daihatsu yang dikemudikan Nana, saat tengah melintas di perempatan Bugel.

Mobil itu diberhentikan karena diduga menunggak bayaran ke pihak leasing selama 8 bulan dan atas nama H Soleh, warga Bugel, RT 03/RW 04, Kelurahan Kaduagung, Kecamatan Tigaraksa.

Tak terima atas perlakuan itu, Nana kemudian menghubungi rekan-rekannya dari ormas Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP). Mereka pun saling berhadap-hadapan dengan kelompok debt collector yang diketuai Joni. 

Laspin, salah satu anggota ormas KKPMP mengungkapkan, kejadian berawal saat debt collector meminta uang Rp 8 juta, sedangkan kreditur hanya sanggup membayar Rp 1 juta agar mobil tidak jadi ditarik.

"Unit tersebut merupakan milik kerabat dari ketua markas wilayah KKPMP. Unit itu mau ditarik pihak debt collector leasing. Jadi saudaranya ketua markas wilayah diintruksikan untuk membantu mediasi," kata Laspin, kepada wartawan, Rabu 15 Juli 2020.

Karena tidak adanya titik temu membuat keributan pecah. Tiga orang anggota ormas KKPMP dilaporkan terluka akibat peristiwa itu..

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi membenarkan bentrokan itu. Namun diakuinya, tidak melibatkan antarormas dan kelompok.

Melainkan antara debitur dengan debt collector. "Tidak benar antarkelompok. Ini antara debitur dengan debt collector," katanya.