Pasca Digusur Paksa, Inilah Desakan Kepada Pemkot Tangerang

Selasa, 23 April 2019 – 08:00 WIB

Aksi terhadap kasus penggusuran paksa di Batu Jaya, Tangerang. (FOTO: LBH Jakarta)

Aksi terhadap kasus penggusuran paksa di Batu Jaya, Tangerang. (FOTO: LBH Jakarta)

JAKARTA, REQNews - Pemerintah Kota Tangerang didesak membuka seluruh akses terhadap informasi status tanah yang berlokasi di belakang SDN Batu Jaya, Tangerang. Tuntutan ini disampaikan oleh Komite Anti Penggusuran Batu Ceper (KAP Batu Ceper) melalui rilis resminya di laman LBH Jakarta, Senin (22/4/2019).

Selain itu, KAP Batu Ceper juga mendesak Pengadilan Negeri Tangerang untuk mengusut tuntas perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Desakan ini terkait dengan tindakan penggusuran paksa yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang terhadap sejumlah penduduk yang menempati lahan di belakang SDN Batu Jaya, Tangerang. 

KAP Batu Ceper juga mendesak seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangerang tidak lagi melakukan penggusuran paksa di seluruh wilayah kota Tangerang. 

Ketiga desakan tersebut dibarengi dengan pengajuan gugatan terhadap Pemerintah Kota Tangerang atas perbuatan melawan hukum, yaitu melakukan penggusuran paksa. 

Desakan dan gugatan hukum ini merupakan tanggapan penduduk korban penggusuran paksa terhadap tindakan penggusuran yang terjadi pada 3 Oktober 2018. Sebanyak 35 orang yang telah bermukim selama 59 tahun di belakang SDN Batu Jaya harus menerima penggusuran paksa tersebut. 

Hingga berita ini ditulis, mereka belum mendapatkan kepastian tempat bermukim dari pihak Pemerintah setempat. 

Dari informasi yang terdapat di rilis, mereka tidak mendapatkan informasi status tanah yang selama ini mereka tempati dari Pemerintah Kota Tangerang. (Prazz)