DPR Pertanyakan Aksi Jaksa Kuras Duit di Rekening Tidur Benny Tjokro

Minggu, 26 Juli 2020 – 17:30 WIB

Aksi Jaksa Kuras Duit di Rekening Tidur Benny Tjokro Dipertanyakan

Aksi Jaksa Kuras Duit di Rekening Tidur Benny Tjokro Dipertanyakan

JAKARTA, REQnews - Komisi III DPR RI mempertanyakan alasan Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan mencairkan dana dari rekening terdakwa dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro. Namun penggunaan dana yang ditarik dari rekening berstatus pasif alias dormant account ini tidak jelas.

Kejagung diketahui melakukan penarikan dana sebesar Rp 114.065.962 dari rekening tidur Direktur Utama PT Hanson International Tbk tersebut pada April 2020. 

"Ini kenapa uang ini dicairkan oleh Kejaksaan. Kalau memang sebagai bukti, ini bisa dibekukan saja,” ujar anggota Panja Jiwasraya Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto Fraksi Partai Gerindra disela-sela Rapat Kerja Panja Jiwasraya Komisi III DPR dengan jajaran Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu.

Dari data yang diterima Wihadi, pembukaan dormant account ini dilakukan pada 1 April 2020. Dalam rekening itu, sebanyak Rp 114.065.962 yang ditarik ini tidak dilaporkan Kejaksaan.

“Ini lari kemana dana itu. Makanya, saya minta transparan,” ujarnya.

Wihadi juga mempertanyakan sikap Kejagung yang tidak pernah melaporkan kepada DPR pemanfaatan uang yang dicairkan dari dormant account ini. Selain uang lanjut Wihadi, Kejaksaan juga menyita sejumlah saham.

Diantaranya saham milik Ratnawati Rahardjo, Suharto, Hendrabrata, Caterin, Carolin Widjarna, Jimmy Sutopo, Ane Lim, Agustin, Andreas Eka. "Ada juga saham Mayapada, Saham Omni Capital dll," kata dia.

Menurutnya, banyak sekali saham yang disita Kejagung. Jika ditotal, jumlahnya ratusan miliar. “Data-data saham ini ada di kami. Dan ini diambil oleh Kejaksaan. Tetapi tidak dilaporkan oleh Kejaksaan. Di mana transparansinya,” ujarnya.

Ia pun meminta Kejagung terbuka soal penggunaan uang dan saham yang disita karena ini menyangkut kepentingan nasabah.

Apalagi, nasabah menginginkan uangnya kembali.

“Tetapi kalau ini disita, tetapi tidak ada dalam dokumen penyitaan, kemana raibnya dana-dana ini. Dan Kejagung harus bertanggungjawab,” kata dia.

Dia menjelaskan, dana-dana ini semestinya dikembalikan kepada nasabah. “Jika keputusannya nanti uang itu dikembalikan kepada nasabah maka Kejagung harus pertangungjawabkan ini semua,” ujarnya.

Sebab, jangan sampai nanti, pemerintah diminta bail out Jiwasraya, tetapi uang nasabah diambil lalu raib entah kemana.

“Saya minta Kejaksaan harus terbuka. Ini hanya rekening Benny Tjokro yang saya terima. Dan masih ada rekening-rekening lain yang disita Kejaksaan,” ujarnya.