11 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar PSBB Transisi

Kamis, 30 Juli 2020 – 12:01 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

JAKARTA, REQnews - Delapan perusahaan di DKI Jakarta ditutup paksa setelah terbukti melanggar protokol kesehatan dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Kepala Disnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah merinsi, pihaknya sudah memeriksa 2.891 perusahaan. Dari jumlah itu, 315 perusahaan mendapat peringatan pertama, 101 menerima peringatan kedua, dan delapan di antaranya dilakukan penutupan akibat terdeteksi Covid-19.

"Saat ini baru itu saja yang teridentifikasi, mungkin ada penambahan," kata Andri di Jakarta, Rabu 29 Juli 2020.

Andri menjelaskan, Disnakertrans dan Energi DKI belum memiliki kewenangan untuk mengekspos nama dari perusahaan, termasuk alamat kantor yang beroperasi. Dia menjelaskan, pihaknya hanya mengikuti sesuai surat keputusan (SK) yang dikeluarkan.

"Memang bukan kewenangan pihak Disnaker. Setiap pekan, semua data perusahaan yang ditutup akan dievaluasi kembali," ujarnya.

Ia menegaskan, selain pelanggaran protokol kesehatan, Pemprov DKI pun akan menutup perusahaan jika ada karyawannya terinfeksi Covid-19. Kantor wajib tutup selama tiga hari dan harus disterilkan agar tak ada lagi kasus positif baru.

Selanjutkan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari yang sudah teridentifikasi positif. Klaster perkantoran, mempunyai prinsip mengikuti aturan yang masih berkaitan dengan PSBB transisi. Hal itu mengacu SK Kadisnaker Nomor 1477 tentang Protokol dan Pengendalian Covid-19 di perkantoran atau tempat kerja pada masa PSBB transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif.