Baru Lulus SMA, Begini Cara Ivan Retas Akun Twitter Para Tokoh Dunia

Minggu, 02 Agustus 2020 – 07:30 WIB

Baru Lulus SMA, Begini Cara Ivan Retas Akun Twitter Para Tokoh Dunia

Baru Lulus SMA, Begini Cara Ivan Retas Akun Twitter Para Tokoh Dunia

JAKARTA, REQnews - Seorang remaja asal Tampa, Florida, Amerika Serikat ditangkap kepolisian karena menjadi dalang dibalik peretasan akun-akun tokoh besar di Twitter beberapa waktu lalu.

Mengutip The New York Times, Sabtu 1 Agustus 2020 pelaku yang bernama Graham Ivan Clark itu baru berusia 17 tahun. Ia ditangkap di apartemennya pada Jumat 31 Juli 2020 waktu setempat.

Dalam kasus ini, remaja yang baru lulus SMA itu dikenai 30 tuduhan atas kejahatan besar, termasuk penipuan dan akan dihukum sebagai orang dewasa.

Menurut kepolisian setempat, dia tidak bertindak sendiri dalam peretasan besar ini, melainkan dibantu dua orang masing-masing bernama Mason John Sheppard (19) asal Inggris Raya dan Nima Fazeli (22) dari Orlando, Florida.

Keduanya dituduh membantu Ivan, yang menggunakan nama samaran Kirk, dalam peretasan. FBI menyatakan Clark dan Fazeli sudah ditangkap, namun, Sheppard belum dan akan dalam pengawasan.

Pengacara negara bagian Florida yang menangani kasus tersebut, Andrew Warren, menyebutkan Ivan, meski pun baru berusia 17 tahun, cukup berpengalaman hingga berhasil menembus jaringan Twitter tanpa terdeteksi.

Ivan menipu dan meyakinkan salah seorang pegawai Twitter bahwa dia salah seorang pekerja di departemen teknologi, memerlukan akses untuk masuk ke portal layanan konsumen, menurut pernyataan resmi pemerintah Florida.

Para pelaku berafiliasi dengan komunitas peretas spesialisasi mengambil alih akun. Menurut pakar keamanan siber, mereka menggunakan metode SIM-swapping. Pelaku juga meretas operator seluler untuk mengambil alih nomor ponsel dan informasi penting.

Dalam menjalankan aksinya, mereka menargetkan pegawai Twitter kemudian mencuri informasi penting agar bisa masuk ke sistem internal platform tersebut. Setelah masuk sistem internal, peretas menyetel ulang kata kunci akun.

Peretas mencuit dari 45 akun yang diretas, mengakses kotak pesan 36 akun dan mengunduh informasi dari tujuh akun. Peretas meminta pengikut akun-akun terverifikasi, antara lain milik Elon Musk dan Barack Obama, untuk mengirimkan uang dalam bentuk bitcoin. New York Times menuliskan penipuan tersebut menjaring uang senilai lebih dari 180.000 dolar AS.

Sementara laman Cnet, mengutip keterangan dari Departemen Kehakiman AS, melaporkan terdapat lebih dari 400 transfer senilai lebih dari 100.000 dolar AS.