Pengacara: Atas Dasar Apa Kejagung Menahan Djoko Tjandra?

Minggu, 02 Agustus 2020 – 21:01 WIB

Djoko Tjandra

Djoko Tjandra

JAKARTA, REQnews - Pengacara Djoko Tjandra, Otto Hasibuan mengendus adanya kejanggalan dalam proses penahanan kliennya oleh Kejaksaan Agung. Ia menyebut, ada dua perkara yang kini tengah ditangani.

Pertama, terkait penahanan Djoko Tjandra oleh Kejagung sehubungan adanya pelaksanaan putusan Peninjauan Kembali (PK). Kedua, pemeriksaan Djoko Tjandra sebagai saksi kasus penerbitan surat jalan dengan tersangka Brigjen Prasetijo Utomo.

"Saya menjadi kuasa sekarang ini dua hal, mempertimbangkan dasar apa Kejaksaan Agung melakukan penahanan terhadap dia," tutur Otto di Jakarta, Sabtu 1 Agustus 2020 malam.

Otto menegaskan, dalam putusan PK, tidak ada perintah untuk menahan Djoko Tjandra. Kliennya hanya dinyatakan bersalah dan dijatuhi vonis dua tahun penjara.

"Nah kalau tidak ada perintah ditahan kenapa dia ditahan? Apakah itu nanti Kejagung memberikan klarifikasi, apakah kita harus mengajukan praperadilan, kita belum tahu," ujarnya.

Selain hanya tertera vonis hukuman dua tahun penjara, dalam putusan PK juga tertulis bahwa pengadilan menghukum Djoko Tjandra dengan dengan Rp 15 juta dan sudah dibayarkan. Hal lainnya adalah menyatakan adanya uang negara yang dirampas sekitar Rp 500 miliar.

Lebih lanjut, Otto menegaskan bahwa perintah penahanan seseorang wajib tertera dalam amar putusan. Karena menurutnya, dalam setiap putusan selalu menjelaskan rincian semacam tetap ditahan jika orang tersebut masih dalam sel, perintah penahanan jika memang di luar sel, dan jika putusannya bebas maka yang didalam penjara dikeluarkan dari sel tahanan.