Usul Sipil Pakai Senjata Api, Bamsoet Diserang Kanan Kiri

Senin, 03 Agustus 2020 – 01:01 WIB

Ilustrasi senjata api

Ilustrasi senjata api

JAKARTA, REQnews - Usulan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet bahwa masyarakat sipil sebaiknya diperbolehkan menggunakan senjata api kaliber 9mm untuk membela diri, mendapat tanggapan keras publik.

Salah satunya dari pakar hukum Feri Amsari, yang berkata usulan tersebut bakal berpotensi menyebabkan kasus pembunuhan semakin tinggi.

"Di negara maju seperti Amerika saja sudah banyak upaya membatasi pemilikan senjata api. Bahkan pelarangan. Tingkat pembunuhan dan penyalahgunaan senjata api meningkat," kata Feri, Minggu 2 Agustus 2020.

 

Sementara menurut anggota DPR RI Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno, ide Bamsoet itu bisa membuat masyarakat menjadi brutal atau menjelma jadi koboi jalanan yang meresahkan.

"Ide yang menarik, namun dipastikan memantik pro-kontra. Dalam konteks kita, harus dipikirkan dengan lebih tenang, karena dampaknya akan besar, seperti masyarakat akan semakin individualistik, cenderung melahirkan 'masyarakat cowboy' atau preman jalanan," ujar Hendrawan.

Anggota DPR Fraksi PAN Saleh Daulay juga ikut berkomentar. Baginya, ide kepemilikan senjata api untuk sipil itu bukanlah prioritas, apalagi hanya untuk bela diri.

"Menurut saya, kepemilikan senjata di Indonesia bukan menjadi prioritas. Apalagi, kepemilikan itu hanya untuk orang-orang tertentu. Kalau alasan untuk bela diri, semua orang tentu saja berhak membela diri," ucapnya.

Partai Demokrat juga menanggapi usulan Bamsoet. Menurut anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Didik Mukrianto, belum ada urgensi atau pentingnya penggunaan senjata api bagi warga sipil.

"Saya memandang, belum ada urgensi untuk memberikan ruang yang lebih besar lagi terkait dengan kepemilikan dan hak menggunakan senjata api untuk masyarakat sipil. Apakah ada hal yang luar biasa di negara kita? Saya rasa tidak," ujar Didik.