Djoko Tjandra Lempar Bola Panas Dugaan Korupsi OJK, Ini Sikap Bareskrim

Minggu, 02 Agustus 2020 – 20:02 WIB

Djoko Tjandra Lempar Bola Panas Dugaan Korupsi OJK, Ini Sikap Bareskrim

Djoko Tjandra Lempar Bola Panas Dugaan Korupsi OJK, Ini Sikap Bareskrim

JAKARTA, REQnews - Kasus pelarian Djoko Tjandra memasuki babak baru. Usai menyeret sejumlah pejabat Polri dan Kejaksaan, kali ini bola panas bergulir ke institusi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seperti diungkapkan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Purnomo, pihaknya sedang menyelidiki hubungan antara Otoritas Jasa Keuangan, Djoko Tjandra, dan Brigjen Prasetijo Utomo.

"Masih kami dalami," kata dia, di acara Sapa Indonesia Malam bertema"Akhir Pelarian Buronan Djoko Tjandra yang disiarkan Kompas TV, Sabtu 1 Agustus kemarin malam.

Beredar kabar, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan disebut-sebut menyewa Wisma Mulia 1 dan 2 kepada Group Usaha Djoko Tjandra. Sayangnya, dari proses sewa-menyewa itu, OJK diduga hanya memanfaatkan sebagian gedung Wisma Mulia 2.

Upaya sewa-menyewa itu mengakibatkan pengeluaran uang untuk sewa gedung Wisma Mulia 1 dan sebagian gedung Wisma Mulia 2 tidak bermanfaat alias mubazir. 

Sedangkan, keterlibatan Brigjen Prasetijo Utomo, terkait statusnya sebagai mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Dia diberhentikan dari jabatannya, karena diduga membantu membuat surat jalan untuk Djoko Tjandra.

Listyo mengaku, tidak ada laporan polisi terkait upaya sewa-menyewa yang dilakukan OJK tersebut. "Kami melihat laporan polisi tidak ada OJK," kata dia.

Apabila terjadi kerugian negara, maka termasuk unsur korupsi. Maka, lembaga yang berwenang menangani, yaitu Polri, Kejaksaan, dan KPK.

"Mengarah pada kerugian negara kan larinya korupsi. Berarti kalau tidak polisi, jaksa ya KPK," ujarnya.