Kapolri Pasti Malu, Briptu Juna Hamili Pelakor dan Ogah Tanggung Jawab

Minggu, 02 Agustus 2020 – 20:30 WIB

Kapolri Pasti Malu, Briptu Juna Hamili Pelakor dan Ogah Tanggung Jawab

Kapolri Pasti Malu, Briptu Juna Hamili Pelakor dan Ogah Tanggung Jawab

JAKARTA, REQnews - Tiada maaf buat Briptu Juna Pangihutan Saragih. Bintara polisi ini harus rela diberi sanksi pemberhentian dengan tidak hormat dari Polres Batanghari, Polda Jambi. 

Juna dipecat karena menghamili perempuan selingkuhannya yang bernama Boru Sinaga. Pria yang sebenarnya sudah beristri ini tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Boru. 

"Ini Asal mula nya sy ribut SM dia,smpe sy dipukl am dia.selama ini ap pun yg kau lakukan sy tidak pernah membenci mu,to tidak untuk chessy jgn ku sakiti dia cm Krn emosi dan tuduhan mu kepada sy ttg tertangkap nya kau,dr dlu tidak pernah terlintas sedikit pun untuk melihat kau celaka,saat kau di pecat krna laporan ku,kau tidak mempermasalahkan dan kita pun masih ttp smaa sama,sebalikny kepada sy,apa pun pekerjaan mu tidak jd polisi sekali pun tidak sekali pun sy ninggalin kau,sy ttp rangkul dan berusaha membuat kau tidak terlalu bnyk pikiran,sampi hari ini tiba Jun rasa sakit untuk diri ku sendiri tidak ku pikirkan,tp rasa sakit anak ku,yg membuat hati ini tidak bs memaafkan," tulis Boru Sinaga melalui akun Instagram-nya,

Dari unggahan-unggahannya di Instagram, diketahui bahwa selama mereka menjalin hubungan terlarang, Juna sering berhubungan suami istri. 

Juno dipecat secara tidak hormat, sesuai hasil sidang kode etik di Balai Laluan Polres Batanghari. Pemecatan itu disambut gembira oleh Boru Sinaga. Dia puas karena pemecatan itu menurutnya merupakan karma yang setimpal setelah Juna tidak mau bertanggungjawab telah menghamilinya, apalagi selama mereka menjalin hubungan, dia telah memperlakukan Juna dengan baik.

"Juna pangihutan saragih selamat atas dipecat secara tidak hormat nya anda juna hahah,mau anda akui anak sy mau tidak what everrrr yang penting sy menang dan anda dipecat secara tidak hormat.....hukum Indonesia sdh kau dpt,hukum Tuhan tinggal tunggu bae ayg ya.. Sorry post ulang!!!!!! Sy ambil dr tmpt yg berbeda krna sy tidk mau libatkan org lain dalam masalah ini ...jd ini antara sy dan bapak juna saragih," tulis Boru Sinaga.

Di Instastory-nya, Boru Sinaga juga meluapkan kegembiraannya atas pemecatan Juna secara tidak hormat.

"Kau tahu Juna betapa bahagianya manusia Jambi ini tau kau dipecat.. Polisi polisi nian banyak yg benci sama kau. Baik ak jgn kau tanya sampe kau dk tebeli rokok nian aku yang beli. Dari ujung kaki kau sampe kepala kau ak perhatikan. Sendal cm punya sendal swalow ku beli yg harga mahal tuk kau anjeng. dk usah bnyk crto kau jeng yo Juna pecatan bae bagak anj*ng," katanya.

Boru Sinaga juga mengunggah sejumlah bukti percakapan antara dirinya dengan Juna, di mana dia mendapat makian.

"Ini Asal mula nya sy ribut SM dia,smpe sy dipukl am dia.selama ini ap pun yg kau lakukan sy tidak pernah membenci mu,to tidak untuk chessy jgn ku sakiti dia cm Krn emosi dan tuduhan mu kepada sy ttg tertangkap nya kau,dr dlu tidak pernah terlintas sedikit pun untuk melihat kau celaka,saat kau di pecat krna laporan ku,kau tidak mempermasalahkan dan kita pun masih ttp smaa sama,sebalikny kepada sy,apa pun pekerjaan mu tidak jd polisi sekali pun tidak sekali pun sy ninggalin kau,sy ttp rangkul dan berusaha membuat kau tidak terlalu bnyk pikiran,sampi hari ini tiba Jun rasa sakit untuk diri ku sendiri tidak ku pikirkan,tp rasa sakit anak ku,yg membuat hati ini tidak bs memaafkan," katanya.