Donald Trump Dapat Laporan dari Militer AS Ledakan Beirut Serangan Bom

Rabu, 05 Agustus 2020 – 12:31 WIB

Donald Trump (Foto:Istimewa)

Donald Trump (Foto:Istimewa)

WASHINGTON, REQNews - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut ledakan besar di Beirut, Lebanon, sebagai serangan bom bukan disebabkan dari bahan pembuat petasan.

Trump mengaku telah menerima laporan dari beberapa jenderal militernya mengenai ledakan besar di Beirut. Dalam keterangan pers kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyebut ledakan di Beirut sebagai serangan bom.

"Berdasarkan ledakannya itu seperti serangan mematikan. Saya sudah bertemu dengan para jenderal kami dan mereka juga merasa seperti itu," kata Trump dikutip dari AFP, Rabu, 5 Agustus 2020.

"Ini bukan seperti insiden ledakan yang disebabkan bahan-bahan di pabrik. Berdasarkan pengamatan mereka (para jenderal AS) yang mana mereka lebih tahu daripada saya, ledakan tersebut lebih terlihat seperti sebuah serangan."

Dua ledakan besar terjadi di kota Beirut, Selasa, 4 Agustus 2020 sore waktu setempat. Dari rekaman video yang beredar di media sosial, ledakan menimbulkan awan hitam yang membumbung setinggi hampir 5 km. Kaca-kaca dan bangunan di radius 3 km mengalami kerusakan parah.

Media setempat melaporkan, suara ledakan terdengar hingga 240 km di Pulau Siprus. Pemerintah Lebanon dalam keterangan resminya menyebut dugaan awal ledakan disebabkan oleh kebakaran di gudang petasan yang merembet ke penyimpanan bahan kimia.

Otoritas berwenang masih melakukan evakuasi korban di lokasi ledakan. Sejauh ini, korban tewas mencapai 73 orang dan lebih dari 2.000 orang mengalami luka-luka.