Kejagung Ganti Tiga Jaksa Agung Muda Pasca Djoko Tjandra Ditangkap, Ada Apa?

Kamis, 06 Agustus 2020 – 07:35 WIB

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Pasca hebohnya kasus kemunculan Djoko Tjandra, wajah aparat penegak hukum di Indonesia bagai tertampar. Mulai dari kepolisian hingga kejaksaan, semua dibikin sibuk dan kelimpungan. Beberapa oknum dari kepolisian maupun kejaksaan pun menjadi korban dan pada akhirnya diberi sanksi.

Seolah ingin berbenah, korps Adhyaksa melakukan pergantian sejumlah pejabat di lingkungan internal. Entah, apakah ini ada kaitannya dengan kasus Djoko Tjandra atau tidak. Yang jelas, rotasi tersebut menjadi tanda tanya besar bagi sebagian besar kalangan masyarakat.

Meski demikian, Kejaksaan Agung membantah pergantian ini terkait kasus Djoko Tjandra. Pergantian ini disebut sebagai hal yang biasa. "Bahwa mutasi atau rotasi jabatan di lingkungan Kejaksaan RI adalah hal yang biasa sesuai dengan kebutuhan organisasi," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, Rabu, 5 Agustus 2020.

Oleh karena itu, sambungnya, mutasi atau rotasi pejabat eselon satu tersebut adalah dalam rangka kepentingan organisasi dan penyegaran personil sehingga tidak ada kaitannya dengan penanganan kasus, perkara atau hal lainnya.

Pergantian jabatan ini berdasarkan surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 134/TPA Tahun 2020 tanggal 30 Juli 2020 tentang Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kejaksaan Agung RI. Waktu pelantikan akan ditetapkan kemudian.

Tiga Jaksa Agung Muda yang diganti adalah Jaksa Agung Muda bidang Intelijen (Jamintel) Jan Maringka, Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum (Jampidum) Sunarta, dan Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) M Yusni.

Berikut isi dari Keppres tersebut:

1. Amir Yanto diangkat sebagai JAM Pengawasan
2. Sunarta diangkat sebagai JAM Intelijen
3. Fadil Zumhana diangkat sebagai JAM Pidana Umum .
4. Jan Samuel Maringka diangkat sebagai Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Sebelumnya, salinan Keppres ini sudah lebih dahulu beredar. Salah satu yang disorot adalah penggantian Jamintel Jan Maringka.

Dalam Kepres tersebut belum diketahui alasan mengapa Jan Maringka digeser dari posisinya sebagai Jamintel. Belum lama ini, Kejagung melakukan pencopotan terhadap jaksa Pinangki Sinar Malasari dari jabatannya karena diduga melakukan pelanggaran terkait foto pertemuannya dengan Djoko Tjandra dan pengacaranya.

Pada Juni 2020 lalu, Jaksa Agung ST Burhanuddin pernah menyinggung soal 'kelemahan intelijen kami' ketika membahas Djoko Tjandra yang sempat masuk Indonesia. Hal itu disampaikan ST Burhanuddin saat rapat dengan Komisi III DPR yang merupakan mitra Kejaksaan Agung.