Ganjil-Genap Diwacanakan di Semua Ruas Jalan Jakarta Sepanjang Hari

Sabtu, 08 Agustus 2020 – 09:06 WIB

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Sebagai upaya membatasi pergerakan masyarakat saat PSBB transisi, Pemprov DKI memberlakukan kebijakan ganjil genap disejumlah ruas jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan evaluasi terkait aturan tersebut.

Sistem ganjil genap terhadap kendaraan bermotor, katanya, bisa saja diberlakukan di seluruh ruas jalan, tidak hanya di 25 jalan seperti yang selama ini sudah diterapkan. Selain itu, juga bisa diberlakukan sepanjang hari dan tidak lagi terpatok pada jam-jam tertentu.

"Bisa diterapkan sepanjang hari, bisa juga diterapkan bagi seluruh kendaraan bermotor yang ada di jalan. Tidak parsial yang ada sekarang kita terapkan," ujar Syafrin, kepada wartawan, Jumat, 7 Agustus 2020. Opsi penerapan ganjil genap sepanjang hari dan di semua ruas jalan, sambungnya karena hingga kini tak ada aturan baru untuk mengatur pergerakan warga di masa PSBB transisi di Jakarta.

Hanya ada sistem ganjil genap yang baru saja diterapkan kembali setelah pelaksanaan PSBB dan PSBB transisi. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta mengkaji kemungkinan menerapkan ganjil genap sepanjang hari dan di seluruh ruas jalan untuk membatasi pergerakan masyarakat.

Diketahui, sistem ganjil genap sudah kembali berlaku sejak Senin, 3 Agustus 2020 lalu di 25 ruas jalan di Jakarta. Dalam penerapannya, sistem tersebut berlaku untuk kendaraan roda empat dan berlaku di jam-jam tertentu yakni pagi antara pukul 6.00-10.00 WIB, lalu kembali berlaku mulai sore yakni pukul 16.00-21.00 WIB.

Penerapan kembali ganjil genap di Jakarta dilakukan karena ada kenaikan jumlah kendaraan bermotor di ibu kota. Penerapan ganjil genap di 25 ruas jalan tersebut seperti diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020. "Ini akan kami evaluasi dan bukan tidak mungkin pola ganjil genap yang diatur dalam Pergub 51 tahun 2020 tentang PSBB masa transisi ini bisa di terapkan. Apa itu, itu adalah bisa diterapkan di seluruh ruas jalan," kata Syafrin.