Modus Ngaji Alquran, AN Cabuli 6 Anak Makassar

Minggu, 09 Agustus 2020 – 13:30 WIB

Modus Ngaji Alquran, AN Cabuli 6 Anak Makassar

Modus Ngaji Alquran, AN Cabuli 6 Anak Makassar

JAKARTA, REQnews - Biadab! Sebuah kata yang pas disematkan kepada seorang guru mengaji berinisial AN (60). Berkedok pengajian Alquran, AN diduga mencabuli sejumlah muridnya di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Dalam menjalankan aksi bejatnya, pelaku memberikan uang jajan kepada korban senilai Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Uang itu diberikan agar para korban tidak menceritakan perbuatan cabulnya. Terutama kepada orang tua korban.

"Kadang dikasih tapi juga pernah tidak diberi uang jajan. Mungkin karena ketidakpahaman anak-anak apa sih yang terjadi, hanya uang jajan saja, sudah ini cukup," kata Nur Akifah, pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum Makassar yang mendampingi para korban di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Sabtu 8 Agustus 2020.

Dari kasus sementara sudah ada 6 anak yang menjadi korban. Diakuinya, tidak semua korban yang mau langsung buka suara begitu.

"Tapi menurut keterangan, anak ada 6 temannya yang mengalami pelecehan seksual itu," ujarnya. 

Kasus ini terkuak, setelah orang tua korban curiga dengan perilaku anaknya yang menolak ketika disuruh pergi mengaji.

"Itu penolakannya tidak pergi mengaji, itu dicurigai orang tuanya. Di situ timbul. Kenapa tidak mau pergi mengaji?" ujar Akifah.

Terkait soal pengancaman yang dilakukakan oknum guru mengaji ini kepada para korban, katanya, sejauh ini belum ada.

"Kalau pengancaman selama ini tidak ada. Maksudnya pengacaman jangan kasih tau. Tidak ada, tapi mungkin pemahaman saya, maksudnya yang korban sebelumnya ya, kalau korban yang sementara diambil keterangan kan baru 2 minggu mengaji di sana," kata dia.

Sementara, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Makassar AKP Ismail menerangkan dalam penanganan kasus dugaan pencabulan ini, sudah ada tiga orang korban yang secara resmi melapor ke Polrestabes Makassar.

Ketiganya masing-masing diketahui berinisial JF (9), KNF (10), dan AAN (9). "Memang betul bahwa saat ini kita sudah melakukan penanganan terhadap dugaan kasus pencabulan yang dilakukan memang oleh oknum guru mengaji. Korbannya itu saat ini sementara kita lakukan penyelidikan, ada 3 orang yang sudah melapor ya," kata Ismail.

"Kemudian ada juga yang menjadi saksi, tapi dia (saksi) sebenarnya satu tempat mengaji di tempatnya sih terlapor itu," ujarnya lagi.

Ismail menambahkan, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh AN terjadi saat para korban diajari mengaji di Kecamatan Biringkanaya, Makassar beberapa waktu lalu.

AN yang telah mengajar mengaji selama setahun itu melakukan pencabulan dengan cara menyentuh alat vital korban.