Demo Ricuh di Lebanon, 1 Polisi Tewas dan Ratusan Demonstran Terluka

Minggu, 09 Agustus 2020 – 16:33 WIB

Suasana aksi demo ricuh yang terjadi di Lebanon

Suasana aksi demo ricuh yang terjadi di Lebanon

JAKARTA, REQnews - Demonstrasi yang berakhir ricuh di Beirut, Lebanon, mengakibatkan seorang polisi dan ratusan demosntran terluka.

Seperti dilansir AFP, Minggu, 9 Agustus 2020, seorang polisi disebut tewas. Hal itu disampaikan oleh kepolisian melalui akun twitternya. "Seorang anggota pasukan keamanan internal tewas ketika... membantu orang-orang yang terperangkap di dalam hotel Le Grey," kata kepolisian di akun twitter tanpa memberikan rincian tambahan.

Peristiwa itu terjadi setelah sebuah kelompok yang dipimpin oleh pensiunan tentara Lebanon menyerbu Kementerian Luar Negeri dan menyebutnya sebagai 'Markas Revolusi.'

Palang Merah Lebanon menyampaikan, telah membawa 63 orang demonstran ke rumah sakit terdekat. Selain itu sebanyak 175 orang dirawat di lokasi tanpa menyebut identitas mereka.

Diketahui, demonstran membanjiri jalanan Beirut pada Sabtu, 8 Agustus 2020. Mereka memprotes dampak dari ledakan mematikan pada Selasa, 4 Agustus 2020, yang memberi dampak krisis di masyarakat. Massa memprotes karena ledakan itu membuat mereka kehilangan tempat tinggal.

Demonstrasi digelar di depan Kementerian Luar Negeri. Di jalanan, massa menyalahkan politisi atas kejadian ledakan yang menewaskan 158 orang tersebut. Demonstran berbaris di jalan-jalan yang rusak oleh ledakan, berkumpul di Lapangan Martir pusat, tempat sebuah truk terbakar.

Kericuhan pun terjadi saat demonstrasi. Pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran yang melempar batu. Polisi mengatakan, seorang petugas jatuh hingga tewas setelah serangan orang sejumlah perusuh selama protes.

Selain di Kementerian Luar Negeri, massa pun menyerbu markas besar asosiasi perbankan negara itu. Mereka kemudian dikejar oleh pasukan keamanan yang masuk melalui pintu belakang. Ada pula massa yang masuk ke Kementerian Ekonomi meski sebentar. Tumpukan dokumen berserakan di jalanan.

Palang Merah Lebanon menyampaikan, telah membawa 63 orang dari pemprotes ke rumah sakit terdekat. Selain itu sebanyak 175 orang dirawat tanpa menyebut identitas mereka.

Sebelumnya, ledakan terjadi di salah satu gedung di pelabuhan pada Selasa (4/8). Ledakan besar itu dipicu oleh amonium nitrat.