Diperiksa 10 Jam, Anji Dicecar 45 Pertanyaan

Selasa, 11 Agustus 2020 – 10:32 WIB

Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji

Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji

JAKARTA, REQnews - Erdian Aji Prihartanto atau lebih dikenal dengan nama Anji memenuhi panggilan pemeriksaan polisi terkait video wawancaranya dengan Hadi Pranoto yang mengklaim memiliki antivirus Corona atau Covid-19.

Saat datang ke Polda Metro Jaya, Anji didampingi oleh kuasa hukumnya. Selama 10 jam melakukan pemeriksaan polisi, Anji mengaku dicecar sebanyak 45 pertanyaan. "Tadi ada sekitar 45 pertanyaan tapi ada satu pertanyaan butirnya sampai e, abcde gitu," kata Anji, Senin, 10 Agustus 2020.

Menjalani pemeriksaan polisi yang cukup lama, Anji mengaku pegal. Ia berharap, kasus ini akan segera tuntas karena membuatnya merasa tak enak. "Saya pegel sih belum makan malem. Semoga cepet selesai pokoknya karena buat saya ini gak enak," ujarnya.

Dijelaskan Anji, ini merupakan kali pertama dirinya dilaporkan ke pihak kepolisian dan menjalani pemeriksaan polisi dalam kurun waktu yang sangat lama. Anji nyaris diperiksa polisi selama 10 jam. "Saya baru pertama kali dilaporkan seperti ini dan baru pertama kali menjalani pemeriksaan seperti ini, dari tadi mulai jam 10 pagi, istirahat satu kali jam makan siang," terang Anji.

Kasus ini bermula dari Anji yang mewawancarai Hadi Pranoto yang disebut-sebut sebagai profesor dan pakar mikrobiologi. Saat wawancara, Hadi mengatakan memiliki terapi herbal yang disebut sebagai cairan antibodi Covid-19.

Lalu, cairan tersebut pun diklaim dapat menyembuhkan pasien Covid-19. Klaim yang disebut Hadi pun dipatahkan oleh sejumlah pakar, tenaga medis, hingga para ahli. Anji lantas sadar bahwa kontennya meresahkan dan minta maaf.

Anji dan Hadi Pranoto kemudian dilaporkan oleh Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran berita bohong.

"Kegiatan itu juga dilarang di pasal 28 ayat 1 UU ITE dikatakan barang siapa yang menyebarkan berita bohong yang dapat merugikan konsumen, ada dugaan ketika itu disampaikan seperti ada penjualan produk barang dagangan herbal," jelas Muannas.