Kerugian Akibat Ledakan Beirut Lebih Dari USD 15 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2020 – 15:03 WIB

Kondisi Kota Beirut, Lebanon, pasca ledakan dahsyat

Kondisi Kota Beirut, Lebanon, pasca ledakan dahsyat

JAKARTA, REQnews - Presiden Lebanon Michel Aoun menyatakan, kerugian akibat ledakan besar yang mengguncang Beirut, Lebanon menelan kerugian mencapai lebih dari USD 15 miliar.

Dilansir dari AFP, Rabu, 12 Agustus 2020, pernyataan itu disebutkan Aoun dalam sebuah panggilan telepon dengan Raja Spanyol Felipe, seperti dinyatakan dalam pesan di akun Twitter kepresidenan. "Perkiraan awal kerugian yang diderita setelah ledakan di pelabuhan mencapai USD 15 miliar," kata Aoun.

Skala kerusakan akibat ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, sungguh sangat besar. Jumlah korban tewas hingga Sabtu, 8 Agustus 2020 menjadi 154 orang dan 5.000 lainnya luka-luka. Banyak warga Beirut marah atas 'kelalaian pemerintah' yang menyebabkan ledakan dahsyat.

Ledakan itu menghancurkan seluruh distrik di ibu kota, dengan rumah dan bisnis hancur menjadi puing-puing. Puluhan orang masih belum ditemukan. Sejak kejadian tersebut, dua pejabat mengundurkan diri.

Pada Selasa, 4 Agustus 2020. Aksi demonstrasi hebat terjadi di Lebanon pascaledakan besar yang mengguncang Beirut. Massa turun ke jalan dan memprotes karena ledakan itu membuat mereka kehilangan tempat tinggal.

Buntut dari aksi tersebut, Menteri Informasi Lebanon Manal Abdel Samad mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu dilakukan setelah ribuan warga Lebanon menggelar demonstrasi menuntut perubahan rezim menyusul terjadinya ledakan di Beirut.

Tidak hanya itu, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad al-Hariri juga mundur dari jabatannya, menyerah pada tuntutan para demonstran yang terus menggelar aksi unjuk rasa selama hampir dua pekan ini. Pengunduran diri Hariri disambut gembira para demonstran yang telah turun ke jalan sejak 17 Oktober lalu.