Polisi Cari Penyebab Mahasiswi Tewas Tergantung di Ventilasi

Kamis, 13 Agustus 2020 – 21:31 WIB

Ilustrasi Gantung Diri (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Gantung Diri (Foto:Istimewa)

MATARAM, REQNews - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terus mendalami kasus mahasiswi yang tewas tergantung di Ventilasi rumah.

Hingga hari ini sudah 23 saksi dimintai keterangan, termasuk di antaranya teman dekat mahasiswi (LNS) tersebut.

"Ada seorang saksi yang belum bisa kami jelaskan perannya, inisialnya R, fokus pemeriksaan ke dia," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Kamis, 13 Agustus 2020.

Kadek Adi memastikan pendalaman keterangan R menjadi langkah konkret penyidik untuk menyibak penyebab kematian LNS.

Bahkan untuk lebih menguatkan alat bukti dugaan pembunuhannya, penyidik secara intens masih memeriksa saksi-saksi dari kalangan teman dekat almarhumah LNS.

"Jadi fokus pemeriksaan juga diarahkan ke sejumlah teman dekatnya, sekarang kami masih mempelajari korelasi dari alibi mereka," ujarnya.

Selain teman dekat almarhumah, penyidik memeriksa pihak keluarga serta ahli forensik yang melakukan visum dan autopsi jasad LNS.

Untuk hasil autopsi, penyidik telah menerimanya pada Senin, 10 Agustus 2020 lalu, periode sepekan dari proses penggalian makam LNS di TPU Karang Medain, Kota Mataram.

Penyidik telah menerima kesimpulan hasil autopsi jasad LNS. Dalam keterangannya, ahli forensik menduga LNS meninggal akibat kehabisan oksigen.

Ada juga hal menarik yang ditemukan dari hasil pemeriksaan rahim almarhumah LNS. Hal itu berkaitan dengan ukuran dan beratnya yang berbeda dari perempuan normal.

"Jadi ada dugaan LNS sedang hamil," kata Kadek Adi.