Paling Keras Mengkritik Putin, Pemimpin Oposisi Koma Keracunan

Kamis, 20 Agustus 2020 – 23:33 WIB

Alexei Navalny (Foto:Istimewa)

Alexei Navalny (Foto:Istimewa)

MOSKOW, REQNews – Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dirawat di ruangan perawatan intensif (ICU) sebuah rumah sakit di Siberia. Pria itu dirawat di sana setelah dia jatuh sakit, menurut juru bicaranya disebabkan oleh keracunan.

Dilansir dari AFP, Kamis, 20 Agustus 2020 Navalny adalah pengacara berusia 44 tahun dan juga aktivis yang gencar melakukan kampanye antikorupsi di Rusia. Dia termasuk di antara pengkritik paling keras terhadap Presiden Vladimir Putin.

Kini, lelaki itu harus dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Omsk, Siberia, setelah pingsan dalam penerbangan ke Moskow dan pesawatnya melakukan pendaratan darurat.

Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, menulis di Twitter bahwa bosnya tersebut saat ini dalam keadaan koma dan dipasangi ventilator. “Alexei mengalami keracunan. Alexei sekarang dalam perawatan intensif,” cuitnya.

“Saya yakin itu keracunan yang disengaja,” kata perempuan itu kepada stasiun radio Echo of Moscow.

Sementara kantor berita Rusia, TASS, melaporkan bahwa Navalny berada di ruangan ICU untuk pasien toksikologi di Rumah Sakit Darurat No 1 Omsk. “Dia dalam kondisi serius,” kata kepala dokter rumah sakit setempat, Alexander Murakhovsky.

Yarmysh mengatakan, pihaknya telah memanggil polisi ke rumah sakit. Menurut dia, Navalny diracuni dengan sesuatu yang dicampur dalam tehnya. “Itu satu-satunya yang dia minum di pagi hari (tadi),” tulisnya di Twitter.

Kepala divisi hukum Yayasan Antikorupsi yang dikepalai Navalny, Vyacheslav Gimadi, juga menulis di Twitter. Menurut dia, tidak ada keraguan bahwa Navalny diracuni lantaran posisi dan aktivitas politiknya.

Dia mengatakan, pengacara Navalny meminta penyelidikan atas percobaan pembunuhan tokoh masyarakat itu. Apalagi, berdasarkan rekam jejaknya, Navalny juga pernah mengalami serangan fisik di masa lalu.

Navalny mengalami luka bakar kimiawi di matanya pada 2017, ketika si penyerang melemparkan zat pewarna hijau—yang digunakan sebagai disinfektan—ke wajahnya di luar kantor Yayasan Antikorupsi.

Pada Agustus tahun lalu, Navalny mengalami ruam dan wajahnya menjadi bengkak saat berada di pusat penahanan polisi karena menyerukan unjuk rasa ilegal.