Kasus Prostitusi Karaoke Serpong, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Sabtu, 22 Agustus 2020 – 11:31 WIB

Ilustrasi prostitusi

Ilustrasi prostitusi

JAKARTA, REQnews - Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), usai penggerebekan Venesia BSD Karaoke Executive, Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu 19 Agustus 2020 lalu.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, tersangka berperan sebagai muncikari, hingga manajer tempat karaoke yang membuka layanan prostitusi tersebut.

"Ada tiga mucikari dan tiga manajemen perusahaan yang telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Sambo di Jakarta, Jumat 21 Agustus 2020.

Sementara itu, para korban yang juga ikut digerebek oleh kepolisian pada 19 Agustus 2020 lalu telah ditempatkan di balai rehabilitasi sosial di wilayah Jakarta Timur.

Diketahui, ada sebanyak 47 orang yang menjadi wanita pemandu atau LC. Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Tempat karaoke itu diketahui telah beroperasi mejadi hiburan malam sejak Juni 2020. Di masa pandemi Covid-19 ini, tempat hiburan malam itu tetap buka secara diam-diam.

Kepolisian menemukan fakta bahwa mereka menyediakan jasa prostitusi dengan tarif Rp 1,1 juta hingga Rp 1,3 juta per vouchernya. Dalam penggerebekan itu, setidaknya ada 13 orang yang diamankan.

Penangkapan itu dilakukan terhadap tujuh orang mucikari, tiga orang kasir, seorang supervisor, seorang manajer operasional, dan seorang general manajer.

Dalam hal ini pun, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 14 baju kimono, voucher jasa prostitusi, uang Rp 730 juta yang terkumpul sejak 1 Agustus 2020, dan 12 kotak alat kontrasepsi, hingga kuitansi hotel.