Waspada! UMKM Indonesia Jadi Target Serangan Ransomware

Kamis, 03 September 2020 – 07:30 WIB

Waspada! UMKM Indonesia Jadi Target Serangan Ransomware

Waspada! UMKM Indonesia Jadi Target Serangan Ransomware

JAKARTA, REQnews - Indonesia merupakan negara terbesar kedua yang menjadi target serangan ransomware di Asia Tenggara. Hal itu berdasarkan data perusahaan keamanan siber, Kaspersky, paruh pertama tahun ini.

Data Kaspersky menunjukkan bahwa dari 831.105 percobaan ransomware yang telah diblokir di wilayah Asia Tenggara pada paruh pertama tahun ini. Yaitu 298.892 di antaranya merupakan upaya terhadap pengguna di Indonesia, yang menempati posisi kedua terbesar.

"Pada H1 2020 di Asia Tenggara sebanyak 831.105 ransomware terdekteksi yang bisa diblok Kaspersky. Angka yang tidak sedikit dan ini yang terdeteksi dan hanya di Asia Tenggara. Di Indonesia, 298.892 ransomware, juga bukan angka yang sedikit. Bukan hal yang simple, attacknya banyak," ujar Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky, Dony Koesmandarin, dalam konferensi pers virtual, Rabu 2 September 2020.

Di posisi pertama terdapat Vietnam dengan 385.316 upaya serangan ransomware pada H1 2020. Kemudian, di urutan ketiga Thailand dengan 85.384 upaya serangan ransomware.

Selanjutnya, Malaysia, Filipina dan Singapura, masing-masing berada di urutan keempat, kelima dan keenam. "Kenapa Indonesia begitu tinggi? Kita bicara tentang awareness, karena ketidaktahuan," ujar Dony.

Meski deteksi ransomware di Indonesia 69 persen lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019, yakni sebanyak 967.372 serangan, namun hampir setengah, yaitu 49 persen dari upaya yang terdeteksi dari Januari hingga Juni 2020 ditargetkan pada sektor enterprise.

Kemudian, diikuti oleh konsumen sebanyak 39,94 persen dan UKM sebanyak 2,13 persen. "Individu menjadi kedua tertinggi karena tidak ada proteksi apapun," kata Dony.

Ransomware adalah jenis perangkat perusak yang dirancang untuk menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga tebusan dibayar. Lima besar ransomware yang terdeteksi di Indonesia selama paruh pertama tahun 2020 meliputi Trojan-Ransom.Win32.Wanna, Trojan-Ransom.Win32.Stop, Trojan-Ransom.Win32.Cryakl, Trojan-Ransom.Win32.GandCrypt, Trojan-Ransom.Win32.Gen.

Ransomware menjadi tantangan besar bagi banyak organisasi di dunia termasuk Indonesia. Pada 2019, organisasi kehilangan rata-rata 1,46 juta dolar AS karena insiden ransomware termasuk biaya downtime, pembayaran denda dan kerusakan reputasi.

Taktik yang digunakan, menurut Dony, masih sangat kuno seperti email phishing, website yang terinfeksi program berbahaya, atau software yang tidak diperbarui.

"Antisipasinya back up jangan pada tempat yang sama. Data-data penting juga harus di-backup di tempat lain," ujar Dony.

"Teknologi yang digunakan ransomware itu tidak sespesifik malware yang canggih, dia sederhana tapi memanfaatkan celah orang itu sendiri," dia menambahkan.