BNN Sebut Peredaran Narkotika Saat Pandemi Kian Marak, Ini Tempatnya

Jumat, 04 September 2020 – 18:01 WIB

Ilustrasi Narkoba (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Narkoba (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, peredaran narkotika di tempat hiburan malam di masa pandemi Covid-19 kian marak dan tak terkendali. Para bandar memanfaatkan momentum tersebut karena longggarnya pengawasan dari pemangku kebijakan di wilayah tersebut.

"Yang kami lihat, bandar ini malah lebih aman dalam menjalankan bisnisnya. Tempat hiburan yang pura-pura tutup, yang dimanfaatkan agar penjualan itu semakin lancar. Jadi pengguna tenang, bandar untung banyak, karena tak ada lagi razia," kata Arman di Jakarta Timur Kamis, 3 September 2020.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, BNN mendapati tempat hiburan malam Top One di Jakarta Barat. Alih-alih tutup, ternyata para pengunjung bisa masuk ke dalam diskotik dan ruang karaoke melalui pintu belakang dengan pengawasan ekstra ketat dari pihak manajemen Top One.

Tim BNN yang berhasil masuk ke dalam, kemudian dibawa ke ruang karaoke. Tak lama berselang waitress menawarkan sejumlah paket minuman beserta pemandu lagu atau Ladies Companion (LC) dan juga ekstasi. Demi memastikan adanya peredaran narkotika di sana, Tim akhirnya memesan tiga butir ekstasi kepada waitress.

Ekstasi yang dipesan Tim BNN dibanderol dengan harga Rp600 ribu per butir. Lalu, Tim BNN menyetujui pesanan itu dan memesan tiga butir ekstasi. Selang lima menit, kemudian seorang pria datang menghampiri sambil membawa ekstasi yang telah dipesan.

Arman tak menyangkal, peredaran narkotika di tempat hiburan malam kian bebas dan transaksi penjulan seolah dibiarkan terbuka begitu saja.

Terbukanya penjualan narkotika ditempat hiburan malam, dikatakan Arman, ibarat menjual kacang.

"Bukti kami sudah lengkap, tinggal tunggu waktu saja untuk melakukan eksekusi," ungkapnya.

Arman mengatakan saat ini BNN pun tengah memantau aktivitas tempat hiburam malam lainnya di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Pasalnya, di kawasan tersebut disinyalir maraknya peredaran narkotika yang sengaja disediakan pengelola tempat hiburan malam kepada para pengunjung yang datang.