Pemerintah Tak Bisa Jamin Vaksin Covid-19, Terus Rakyat Jadi Korban?

Jumat, 11 September 2020 – 12:32 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Pemerintah masih belum bisa menjamin soal ketahanan imunitas vaksin Covid-19 yang kini tengah diuji secara klinis. Bahkan, belum ada bukti secara saintifik bahwa vaksin akan menciptakan kekebalan.

"Belum bisa dipastikan karena vaksinnya belum jadi. Indikasi awal, vaksinasi lebih dari sekali di awal dan kemungkinannya daya tahan tubuh yang muncul tidak seumur hidup. Persisnya berapa lama belum pasti, bisa satu tahun bisa lebih," kata Menristek Bambang Brodjonegoro, Seperti dikutip dari CNNIndonesia, Kamis 10 September 2020.

 

Bambang berkata, selain dari hasil uji klinis tahap III, nantinya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  juga akan ikut memantau berapa lama imunitas bisa bertahan.

"Setelah uji klinis tahap III, BPOM akan memantau dampak vaksin jangka panjang sehingga bisa diidentifikasi berapa lama imun bisa bertahan," ujar Bambang.

Pernyataan ini serupa dengan apa yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Umum IDI Daeng M Faqih, bahwa vaksin corona hanya memiliki waktu 6 bulan hingga dua tahun saja untuk melindungi tubuh dari virus.

"Yang sudah di vaksin dua kali Insya Allah antibodinya terbentuk selama enam bulan sampai dua tahun. Vaksinasi inilah yang akan kita prioritaskan di awal tahun ini," kata Erick di Polda Metro Jaya, Kamis.