Solidaritas Papua Kembalikan Beasiswa LPDP Veronica Koman

Rabu, 16 September 2020 – 04:02 WIB

Veronica Koman (Foto:Twitter)

Veronica Koman (Foto:Twitter)

JAKARTA, REQNews - Hari ini Rabu, 16 September 2020 rencananaya, Tim Solidaritas Ebamukai untuk Veronica Koman akan mengembalikan dana beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Betul kami akan antar dana beasiswa LPDP terhadap Veronica Koman yang diminta negara melalui LPDP ke Kementerian Keuangan RI,” jelas Ambrosius Mulait, mantan Tapol Papua, Selasa, 15 September 2020.

Anggota tim solidaritas, Ambrosius Mulait mengatakan, sejak muncul tagihan finansial dari LPDP kepada Veronica Agustus lalu, penggalangan dana langsung dilakukan.

Ia mengklaim pengalangan dana bukan hanya dilakukan solidaritas Papua namun juga solidaritas Internasional.

"Jadi untuk donasi dilakukan teman-teman solidaritas internasional dan Papua, dananya sudah terkumpul memenuhi permintaan dari LPDP, rencananya besok akan dikembalikan," kata Mulait.

Mulait mengatakan, penggalangan dana itu merupakan bentuk solidaritas dari masyarakat Papua kepada Veronica yang selama ini aktif mengadvokasi isu-isu di bumi cenderawasih itu. Uang senilai Rp773 juta itu akan dikembalikan dua bagian yakni melalui transfer dan langsung dikembalikan ke kantor Kemenkeu.

"Sebagian ditransfer, sebagian diberikan sebagai simbolis besok," ujarnya.

Di sisi lain, Mulait menilai, pengembalian dana itu akan memberikan kesan bahwa negara tidak serius mengatasi permasalahan HAM di Papua. Sementara Veronica yang selama ini termasuk aktif mengadvokasi isu-isu Papua, justru diminta untuk mengembalikan beasiswa.

"Veronica ini salah satu orang yang vokal advokasi isu papua, tapi karena sikap politik dan advokasi itu pemerintah meminta dia mengembalikan beasiswanya. Artinya secara tidak langsung pemerintah tidak punya niat menyelesaikan masalah Papua," ucap Mulait.

Veronica sebelumnya mengaku diminta pihak LPDP mengembalikan uang beasiswa senilai Rp773 juta yang pernah ia terima saat menempuh jenjang pendidikan magister di Australia pada 2016.