Gedung Putih Jadi Saksi Pengkhianatan UEA-Bahrain terhadap Islam

Rabu, 16 September 2020 – 12:31 WIB

Penandatanganan perjanjian Abraham Accords

Penandatanganan perjanjian Abraham Accords

JAKARTA, REQnews - Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain benar-benar telah melukai hati umat Islam sedunia, khususnya Palestina. Kedua negara Muslim itu baru saja menandatangani perjanjian Abraham Accords di Gedung Putih, AS yang menegaskan normalisasi hubungan kepada Israel.

Surat perjanjian itu ditandatangani PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menlu Bahrain juga UEA. Penandatanganan dilakukan di halaman Gedung Putih secara terbuka dan dihadiri ratusan orang, termasuk Presiden AS Donald Trump.

"Setelah beberapa dekade perpecahan dan konflik, kami menandai era baru Timur Tengah. Kami di sini, siang ini untuk mengubah arah sejarah," kata Presiden AS Donald Trump, seperti dikutip pada Selasa 15 September 2020.

Trump mengklaim, penandatanganan perjanjian Abraham Accords ini akan menjadi pondasi perdamaian di Timur Tengah. Namun, klaim ini jelas bertentangan dengan harapan untuk kemerdekaan Palestina.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyatakan normalisasi hubungan diplomatik ketiga negara tersebut bakal dianggap hari berkabung bagi dunia Arab. Ia menyebut, perjanjian itu menjadi kekalahan Liga Arab yang tidak lagi bersatu melainkan terpecah.

"Ini akan menjadi tanggal lain untuk menambah kalender penderitaan Palestina," ucap Shtayyeh.

Selain Palestina, Iran juga sempat menentang normalisasi hubungan negara-negara Arab ke Israel, karena hal itu adalah bentuk pengkhianatan atas pejuangan Muslim dunia dalam misi memerdekakan Palestina.