Seorang Dokter Spesialis Imbau Jangan Beli Rapid Test, Tidak Akurat

Kamis, 17 September 2020 – 03:02 WIB

dr. Andi Khomeini Sp.PD-KPsi (Foto:Twitter)

dr. Andi Khomeini Sp.PD-KPsi (Foto:Twitter)

JAKARTA, REQNews – Seorang dokter spesialis penyakit dalam dengan berbagai gangguan psikosomatik, dr. Andi Khomeini Sp.PD-KPsi, mengimbau masyarakat agar tidak membeli alat rapid test untuk diagnosis mandiri demi mendeteksi terjangkit COVID-19 atau tidak.

Ada dua alasan utama dia melarang membeli alat rapid test, setelah mulai muncul gejala perilaku itu di masyarakat.

Pertama, katanya, pemeriksaan secara cepat atau rapid test tidak efektif dan tidak akurat untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi virus Corona atau tidak. Akurasi rapid test di bawah 50 persen dan tidak dapat dijadikan patokan untuk memastikan kejangkitan.

Rapid test sebenarnya hanya untuk deteksi dini penularan atau penyebaran COVID-19.

“Kita tidak menggunakannya di puskesmas atau rumah sakit,” ujarnya sebagaimana dia uraikan dalam rekaman video yang diunggah dalam akun Twitter-nya, @dr_koko28, pada Selasa malam, 16 September 2020.

Cuit dr. Andi Khomeini Sp.PD-KPsi di akun Twitternya 

Alasan kedua, kalau untuk diagnosis COVID-19, metode paling akurat ialah pengambilan sampel spesimen melalui swab test yang dilanjutkan dengan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). “Karena tingkat efektivitas dan sensitivitasnya di atas 90 persen,” tuturnya.

“Jadi, tidak bijak untuk menggunakannya (rapid test kit) sendiri, terlebih COVID-19 juga perlu pantauan dari dokter, perlu pengarahan untuk orang-orang yang sakit, atau punya riwayat kontak dengan orang yang terinfeksi COVID-19,” ujarnya.

Daripada membelanjakan uang untuk rapid test kit, Andi menyarankan lebih baik membeli cukup sayur dan buah untuk dikonsumsi agar meningkatkan sistem imun tubuh. “Mending duitnya dipake beli sayur & buah. Makan bersama keluarga,” tulisnya.

Andi Khomeini sebelumnya mengunggah sebuah rekaman video yang memperlihatkan sejumlah mobil ambulans mengantre masuk Rumah Sakit Darurat COVID-19 di Wisma Atlet, Jakarta, viral di media sosial.

“…dan banyak yang nyari ruang perawatan intensif. Yang sehat tolong jaga diri. Yang sakit kita doakan agar segera pulih,” tulis Andi Khomeini.