Siapa Bapakku dan Bapakmu Kejagung dan Eks Petinggi MA yang Diincar KPK?

Rabu, 16 September 2020 – 13:19 WIB

Bapakmu Bapakku di Kejagung dan Eks Pensiun MA, KPK Bakal Kejar Kalian

Bapakmu Bapakku di Kejagung dan Eks Pensiun MA, KPK Bakal Kejar Kalian

JAKARTA, REQnews - 'Bapakmu, Bapakku'. Sebuah istilah yang kini membuat panas dingin dua institusi penegak hukum yakni Kejaksaan Agung maupun Mahkamah Agung. Dua istilah ini muncul dalam selembar kertas berjudul Action Plan Case JC. Sebuah proposal bernilai 10 juta dolar AS untuk pengurusan fatwa pembebasan Djoko Tjandra.

Proposal itu diajukan jaksa Pinangki Sirna Malasari eks Kasubag Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Kejagung, dan Anita Dewi Kolopaking. Beredar kabar, jika Bapakku dan Bapakmu diduga merupakan petinggi Kejagung dan eks petingga Mahkamah Agung.

Tak menunggu lama, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman pada Rabu ini akan menyerahkan bukti tambahan terkait supervisi penanganan kasus Djoko Tjandra oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lalu apa jawaban lembaga antirasuah tersebut? Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan lembaganya dapat menindaklanjuti jika terdapat nama-nama lain terkait kasus Djoko Tjandra tidak diusut baik oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun Bareskrim Polri.

"KPK berdasarkan Pasal 10A ayat (2) huruf (a) (UU KPK) dapat langsung menangani sendiri pihak-pihak yang disebut terlibat tersebut, terpisah dari perkara yang sebelumnya disupervisi," kata Nawawi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 16 September 2020.

Kata dia, jika ada nama-nama lain yang didukung oleh bukti-bukti yang ada memiliki keterlibatan dengan kasus Djoko Soegiarto Tjandra (DST) maupun kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM), namun tidak ditindaklanjuti.

Sebelumnya Boyamin mengharapkan dengan adanya bukti tambahan itu, KPK dapat membuat "benang merah" perihal istilah maupun inisial nama dalam kasus Djoko Tjandra tersebut.

"Mudah-mudahan dengan bahan itu nanti KPK mampu membuat "benang merah" dari tiga "clue" "bapakku-bapakmu", kemudian berkaitan dengan inisial, berkaitan dengan P mengajak R untuk ketemu pimpinan, terakhir terkait fatwa dan grasi," kata Boyamin.

MAKI telah meminta KPK mendalami istilah dan inisial nama dalam rencana pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) oleh Pinangki dan pengacara Anita Dewi Kolopaking (ADK). "KPK hendaknya mendalami aktivitas PSM dan ADK dalam rencana pengurusan fatwa dengan diduga sering menyebut istilah "Bapakmu" dan "Bapakku". KPK perlu mendalami berbagai inisial nama yang diduga sering disebut PSM, ADK, dan DST dalam rencana pengurusan fatwa, yaitu T, DK, BR, HA, dan SHD," kata Boyamin di Jakarta, Jumat (11/9).

MAKI saat itu menyampaikan materi kepada KPK guna dijadikan bahan pendalaman dalam gelar perkara dengan Bareskrim Polri dan Kejagung terkait kasus Djoko Tjandra.