Lagi Santai di Kos-kosan, Heintje Toisuta Ditangkap Tim Intel Kejagung

Rabu, 16 September 2020 – 14:00 WIB

Lagi Santai di Kos-kosan, Heintje Toisuta Ditangkap Tim Intel Kejagung

Lagi Santai di Kos-kosan, Heintje Toisuta Ditangkap Tim Intel Kejagung

JAKARTA, REQnews - Sial benar nasib Heintje Abraham Toisuta pada Selasa 15 September 2020 kemarin. Lagi asyik santai di indekos-nya di Keramat Sentiong, Jakarta Pusat, Heintje secara tiba-tiba ditangkap Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI pada pukul 19.20 WIB.

Heintje merupakan buronan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditangani Kejaksaan Tinggi Maluku dan Maluku Utara. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono menjelaskan Heintje sebelumnya masuk dalam buronan atau daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

"Terpidana Heintje ditangkap di indekos-nya Jalan Keramat Sentiong, Jakarta Pusat tanpa perlawanan dan rencananya akan segera diterbangkan ke Ambon untuk dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Ambon," ucap Hari.

Terpidana Heintje terlilit perkara tindak pidana korupsi dan TPPU pembelian lahan serta bangunan bagi pembukaan kantor cabang Bank Maluku dan Maluku Utara di Surabaya tahun 2014 yang merugikan negara sebesar Rp 7,6 miliar.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2282 K/Pid.Sus/2017 tanggal 21 November 2017, terdakwa Heintje dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang sehingga dihukum dengan pidana penjara selama 12 tahun, membayar denda Rp800 juta subsidair 7 bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp7,2 miliar subsidair 4 tahun penjara.

"Program Tabur 32.1 digulirkan oleh bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan, baik yang masuk DPO Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia dan melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," kata Hari.

Dengan penangkapan Heintje, total sudah 72 buron yang diciduk tim tersebut selama tahun 2020. "Merupakan pelaku kejahatan yang ke-72 di tahun 2020 dari semua buron yang berhasil diamankan oleh tim Tabur Kejaksaan RI dari berbagai wilayah, baik sebagai tersangka, terdakwa, maupun sebagai terpidana," ucap Hari.