Kasus Ciracas Kapolda Ganti Rugi Rp 1,6 Miliar, TNI Cuma Rp 778 Juta

Rabu, 16 September 2020 – 15:30 WIB

Kasus Ciracas Kapolda Ganti Rugi Rp 1,6 Miliar, TNI Cuma Rp 778 Juta

Kasus Ciracas Kapolda Ganti Rugi Rp 1,6 Miliar, TNI Cuma Rp 778 Juta

JAKARTA, REQnews - Kasus penyerangan Mapolsek Ciracas dan warga sekitarnya menyebabkan kerugian hingga Rp 2 miliar lebih. Jumlah itu termasuk perusakan aset warga Ciracas dan Pasar Rebo oleh oknum TNI, mencapai Rp 778.407.000.

Menurut Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, biaya ganti rugi itu diberikan kepada 109 orang yang menjadi korban perusakan oleh oknum TNI. Termasuk salah seorang korban, yakni Maulana Husni, diketahui berprofesi sebagai sopir di perusahaan media ANTV.

Dalam hal ini, Maulana Husni menerima uang santunan langsung dari Kepala Staf Angkatan TNI Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa pada Sabtu 12 September lalu. "Terakhir pemberian santunan pada 12 September, diberikan langsung oleh KSAD kepada Moh Husni Maulana," kata Dudung di Jakarta, Rabu 16 September 2020.

Sementara kerugian materiil yang harus ditanggung Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) Nana Sujana mencapai Rp 1,63 miliar. Kerugiaan yang dimaksud berupa perusakan di Pos Polisi Taman Mini, Polsek Pasar Rebo, dan Polsek Ciracas.

Puspom TNI sendiri saat ini sudah menetapkan 65 oknum TNI sebagai tersangka kasus penyerangan itu. Dari jumlah itu di antaranya 57 oknum TNI berasal dari TNI AD, sementara, tujuh orang berasal dari TNI AL dan satu orang berasal dari matra TNI AU.

Adapun penyerangan Polsek Ciracas itu berawal dari kecelakaan tunggal yang dialami Prada MI di Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, tepatnya di dekat pertigaan lampu merah Arundina pada Sabtu 29 Agustus dini hari. Akibat kecelakaan tunggal itu, MI menderita luka di bagian wajah dan tubuh.

Kepada pimpinannya, Prada MI mengaku mengalami kecelakaan tunggal. Namun, informasi berbeda disampaikan Prada MI kepada rekan-rekannya. Ia mengaku, dikeroyok sejumlah orang. Selain itu, para prajurit juga mendapat informasi yang menghina TNI.

Para prajurit tidak mengecek kebenaran informasi terlebih dulu terkait kecelakaan tersebut. Kabar bohong itu kemudian memicu amarah jiwa korsa para oknum TNI. Selain merusak fasilitas Polri, massa juga merusak pertokoan dan menyerang warga yang melintas di lokasi.

Penyidik pun menetapkan Prada MI, yang sempat dirawat di rumah sakit karena kecelakaan yang dialaminya, sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton. Prada MI disangkakan Pasal 14 ayat 1 juncto ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1948 tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal itu mengatur tentang penyebaran kabar bohong. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara. Kini, Prada MI sudah ditahan di Denpom Jaya/II Cijantung, Jakarta Timur.