Polisi-TNI Tak Bisa Apa-apa, Saat Warga Kompak Tutup Pintu Tolak Rapid Test

Kamis, 17 September 2020 – 00:01 WIB

Ilustrasi rapid test (Foto:Istimewa)

Ilustrasi rapid test (Foto:Istimewa)

MAMUJU, REQNews - Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Selasa, 15 September 2020 tampak lengang, rumah-rumah tutup dan tak ada warga yang ke luar. Ternyata warga sengaja lakukan aksi ini karena menolak rapid test.

Desa ini ditetapkan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Ternyata hari itu, petugas gabungan dari kabupaten, polisi dan TNI menyambangi wilayah itu untuk melakukan rapid test.

Tetapi semua warga di empat dusun yang ada di desa tersebut memilih menutup pintu saat petugas gabungan datang.

Warga menolak keras pelaksanaan rapid tes massal dengan alasan takut.

Plt Kepala Desa (Kades) Sumare Condrowuduyo AR membenarkan adanya penolakan di empat dusun, yakni Dusun Malawwa Utara, Malawaa Selatan, Malawwa Binanga dan Dusun Perumahan Desa Sumare.

"Padahal kami sudah sampaikan sebelumnnya ke warga. Upaya rapid tes ini ditolak keras warga dengan alasan takut, ” katanya, Selasa, 15 September 2020.

Meski begitu, Condro mengaku akan terus berupaya agar warganya mau mengikuti rangkaian protokol kesehatan, salah satunya rapid tes.

”Kami akan terus berupaya tentunya dengan melakukan pendekatan kepada warga, agar ingin mengikuti rapid tes kembali, karena ini kebaikan bersama dan keselamatan kita semua, “harapnya

Sementara itu, Jubir gugus tugas Covid-19 Andi Rasmuddin mengatakan, rapid test yang akan dilaksanakan di empat dusun tersebut merupakan hasil kesepakatan rapat antara pemdes dan pemerintah kecamatan, tim gugus dan tim gabungan pengamanan.

Desa Sumare sendiri merupakan kluster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mamuju.