Emak-emak Gunting Bendera Merah Putih, Ini yang Dilakukan Polri

Rabu, 16 September 2020 – 20:30 WIB

Emak-emak Gunting Bendera Merah Putih, Ini yang Dilakukan Polri

Emak-emak Gunting Bendera Merah Putih, Ini yang Dilakukan Polri

JAKARTA, REQnews - Aksi gunting dan perobekan bendera merah putih kembali terjadi. Pelaku aksi ini adalah wanita berinisial PO asal Sumedang, Jawa Barat.

Rekaman video pengguntingan bendera tersebut pun langsung viral di media sosial sejak Rabu 16 September 2020. Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebut jika pelaku sudah diperiksa pihak kepolisian.

"Penyidik Polres Sumedan sudah memeriksa sejumlah saksi. Ada 3 terlapor untuk kasus ini, yang pertama adalah inisial PO kemudian yang kedua inisial AN dan yang ketiga dalah inisial DYH, ini terlapornya," kata Argo di Jakarta.

Adapun barang bukti yang diamankan satu buah gunting warna hitam dan juga ada potongan bendera merah putih,dan satu buah handphone. Sedangkan pasal yang disangkakan yaitu Pasal 66 UU RI No 24 Tahun 2009 yang dijuntokan pasal 24 huruf (a) UU No 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara.

Sementara menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Erdi A Chaniago, perobekan bendera merah putih di Sumedang dilatarbelakangi masalah keluarga. Artinya, tidak ada sangkut paut dengan kebenciannya terhadap Indonesia.

"Ibu ini tidak memiliki motif kebencian terhadap NKRI, tapi tindakan ini karena kejengkelan kepada anaknya yang mempunyai gangguan mental yang kemanapun selalu membawa bendera merah putih itu," kata Erdi.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melihat unsur pidana dengan UU ITE, termasuk unsur dugaan provokasi kebencian terhadap Indonesia. Pasalnya, video tersebut sudah tersebar dan viral di media sosial dengan durasi 29 detik.

"Yang menjadi permasalahan adalah ternyata ada yang memvideokan dan memviralkan, nah ini yang menjadi masalah," kata dia.

"Apakah ini masuk kepada perbuatan melawan hukum atau terkait masalah informasi elektronik, penyidik sedang mencari mens rea atau perbuatan niat jahatnya (menyebarkan video)," ujarnya. (Jihan)